Skip to content

Susahnya Menaklukkan Pertanyaan Ujian SIM C

19 Desember 2016

sim-c-tes-tulis-adra1

BAGI sebagian orang, ujian bikin surat izin mengemudi (SIM) C, yakni untuk pesepeda motor tidaklah mudah. Banyak yang gagal di tahap awal, yaitu ujian tertulis. Butuh dua atau tiga kali mengikuti tes, barulah mampu menakklukan 30 pertanyaan yang disodorkan petugas.

“Minimal, harus salah sembilan dari 30 soal yang ada di ujian tertulis,” ujar bro Adra, saat berbincang dengan saya, di Jakarta, Senin, 19 Desember 2016 sore.

Beberapa jam sebelum bertemu sore itu pria muda itu sempat menelepon saya tentang bagaimana membuat SIM di Jakarta. Dia mengaku, SIM nya sudah kadaluarsa pada April 2016. tentu saja saya anjurkan agar mengikuti proses yang ada. Itung-itung pengalaman.

“Paling banter berkisar lima hingga enam jam,” kata saya saat itu.

Dia menyetujui untuk mengikuti prosedur, tidak lewat jalan pintas. Usai membayar formulir SIM Rp 100 ribu, dia membayar Rp 25 untuk tes kesehatan. Setelah itu, mengikuti tes ujian tertulis yang ternyata tak mudah untuk dilalui. “Biaya bikin SIM motor Rp 125 ribu, kalau lulus ujian tertulis tinggal praktik, tapi saya nggak lulus ujian tertulis,” sergahnya.

Bro Adra merasa ujian tertulis kali ini lebih sulit dibandingkan dengan lima tahun lalu. Saat itu, katanya, dia cukup satu kali ikut ujian tertulis sudah lulus.

“Ujian tertulis kali ini banyak sekali pertanyaan soal pasal-pasal peraturan lalu lintas,” ujarnya.

Dia mencontohkan, pertanyaan soal aturan modifikasi sepeda motor. Lalu, pelanggaran ketentuan kelebihan beban angkut melanggar pasal berapa. “Juga soal pasal yang dilanggar kalau naik motor tidak pakai helm, pusing menjawabnya. Susah,” sergah karyawan swasta di Jakarta itu.

Uniknya, lanjut dia, dalam ujian tertulis untuk SIM A yang dilakukannya bersamaan dengan ujian SIM C, justeru lulus. “Padahal, saya setiap hari lebih sering naik motor daripada bawa mobil,” seloroh dia.

Seorang teman saya bertanya, dimana bisa belajar mengenai pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul di ujian tertulis bikin SIM. Sontak saya berikan alamat link korlantas.polri.go.id/test-tertulis-sim-c/

Bila mendengar pengalaman bro Adra, ternyata ada perbedaan pertanyaan. Dalam simulasi tes tertulis di laman korlantas polri itu tidak ada pertanyaan soal pasal-pasal seperti diceritakan bro Adra. Jumlah pertanyaannya sama, yakni 30 soal. Ada yang tahu kenapa berbeda? (edo rusyanto)

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 19 Desember 2016 19:23

    Saat saya ujian SIM A tahun lalu juga tidak ada pertanyaan tentang pasal2 Yang. Dan saya juga tidak lulus, akhirnya lewat jalan tol.

  2. 19 Desember 2016 19:28

    wah bagus deh kalo sudah mulai sulit, soalnya saya dulu bikin sim, pertanyaan nya terlalu gampang hehe

  3. 20 Desember 2016 20:13

    Wah makasih infonya mas. Saya kebetulan mau ambil ujian sim c. Jd tau kisi-kisi soal nanti. Mudah-mudahan bisa lulus.

  4. hakeem permalink
    21 Desember 2016 08:46

    Menurut saya pertanyaan mengenai pasal tidak relevan dgn ujian sim. Yg perlu diujikan adalah apakah calon pemegang sim tau peraturan, aturan yg dasar. Ga perlu tau sampai soal pasal2. Soal itu mah dibuat supaya kita ga lulus dan yg merasa ga mau repot, utk lsg ambil jalan “tol”

  5. Yogya permalink
    21 Desember 2016 20:10

    Itu soal ujian sim atau soal ujian masuk polantas om? Kok pertanyaannya pasal berapannya? Mestinya yang diujikan kan esensi aturannya diketahui peserta apa tidak ngapain mesti hapal sampai urutan pasalnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: