Skip to content

3 Kelompok Pesepeda Motor Ini Layak Dapat Anugerah

18 Desember 2016

sca-2016-pemenang

KELOMPOK pesepeda motor kerap mendapat persepsi miring. Kalau tidak arogan, perilakunya dinilai nyerempet-nyerempet kriminalitas. Walau, tak sedikit sebenarnya yang punya nilai positif, bahkan gigih menebarkan kebaikan.

Dari ribuan, bahkan lebih kelompok pesepeda motor, saya kenal dengan baik tiga kelompok pesepeda motor yang amat berbeda. Sekalipun ketiganya berangkat dari jenis sepeda motor yang berbeda, namun punya satu kesamaan yang bagi saya justeru membuat mereka amat berbeda di dunia persepedamotoran. Mereka punya kegigihan untuk menyuarakan pentingnya bersepeda motor yang aman dan selamat.

Lebih luas lagi, ketiganya tak kenal lelah menyuarakan pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Jargon keselamatan jalan (road safety) bagai nafas bagi ketiga kelompok ini.

Mereka adalah Komunitas Suzuki Thunder (Koster) Indonesia, Tiger Rider Club (Tric) Jakarta, dan Pulsarian Bekasi (Kaliber). Kebetulan, ketiganya pula yang meraih anugerah kelompok pesepeda motor terbaik dalam Safety Campaign Award (SCA) 2016. Masing-masing sesuai urutan, mereka adalah penerima anugerah pertama, kedua, dan ketiga.

SCA merupakan ajang penghargaan bagi kelompok pesepeda motor yang peduli road safety besutan Adira Insurance. Tahun 2016 merupakan kali ketiga. Bukan tanpa alasan, perusahaan asuransi itu merasa risih dengan tingginya kecelakaan lalu lintas jalan yang melibatkan pesepeda motor.

Dipilihnya program bagi pesepeda motor juga ditopang oleh hasil penelitian yang menyebutkan bahwa tujuh dari sepuluh pesepeda motor berkenan meneruskan kembali pesan yang diterimanya. Ketika pesan yang diterima seputar road safety, mereka pun dengan sukarela meneruskan ke lingkungannya.

Ya. Kelompok pesepeda motor menjadi sel masyarakat yang dapat dengan efektif menularkan kesadaran berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Bahkan, dalam ajang SCA, teknik komunikasi dan kemasan dalam menyebarluaskan pesan tadi amat bervariasi. Tentu saja termasuk topik yang ingin disebarkan, kian tajam.

Koster Indonesia misalnya. Dalam ajang SCA 2016 kelompok pengguna sepeda motor Suzuki Thunder 125cc dan 250cc itu mengusung topik bahayanya melawan arus lalu lintas jalan. Kemasan yang dipilih berupa aksi damai dengan bentang spanduk dan diskusi. Bahkan, kelompok ini juga membuat lembar survey sebagai tolok ukur keberhasilan penyampaian pesan saat diskusi dengan warga masyarakat di bilangan Jakarta Selatan. Tak heran jika Koster Indonesia layak mendapat anugerah pertama SCA kali ini.

Penerima anugerah kedua, Tric juga punya jurus yang memikat. Kelompok pengguna sepeda motor Honda Tiger ini menyasar kalangan ibu-ibu di pemukiman. Fokus kampanye yang dipilih adalah membangun kesadaran untuk memakai helm ketika bersepeda motor. Mirip dengan Koster Indonesia, Tric juga memakai lembar survey sebagai indikator keberhasilan kampanye dan sosialisasi. Mereka mendata pemakaian helm sang target dan mengukur pemakaian setelah sosialisasi. Lalu, kedua data itu dibandingkan dan hasilnya terjadi peningkatan prosentase pemakaian helm di kalangan ibu-ibu PKK yang menjadi target.

Sementara itu, penerima anugerah ketiga, Pulsarian Bekasi (Kaliber) memilih topik kesadaran tidak berponsel ketika berkendara. Para penunggang sepeda motor Bajaj Pulsar itu melibatkan para pengemudi angkutan berbasis aplikasi dalam memilih target sosialisasi. Kaliber bahkan melakukan uji petik terhadap sang target sebagai upaya monitoring.

Ketiga penerima anugerah itu menggondol hadiah berupa uang, masing-masing Rp 14 juta, Rp 12 juta, dan Rp 9,5 juta.

Kami para juri SCA 2016 sempat dibuat kesulitan untuk memilih mana kelompok yang terbaik, walau akhirnya terpilihlah ketiga kelompok tadi.

Oh ya, para juri terdiri atas saya sendiri, lalu ada Ivan Virnanda, ketua Road Safety Association (RSA) Indonesia, AAn dari Global Devensive Driving Course (GDDC), dan Rudy Novianto, instruktur keselamatan jalan. Masing-masing juri memiliki spesialisasi penilaian, saya diminta dari aspek data factual kecelakaan dan korelasinya dengan kampanye keselamatan jalan. Lalu, Ivan dari sisi peran komunitas dalam kampanye. Sedangkan Rudy fokus pada bagaimana mekanisme kampanye para finalis. Aan, titik beratnya pada teknik berkendara yang aman dan selamat.

Selamat buat para penerima anugerah. Kalian luar biasa, tak lelah untuk berkiprah. Terus bergerak! (edo rusyanto)

foto:koster-tric-kaliber

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: