Skip to content

Sopir Dipidana Lantaran Truk Sapi Masuk Sawah

16 Desember 2016

garis-polisi-awan

SUKRAHMAN, kita sapa saja demikian, tak pernah menduga sama sekali bahwa hari itu menjadi kelabu. Padahal, sore itu semestinya dia mengantar 16 ekor sapi ketujuan dan tentu saja rezeki pun datang. Namun, semua menjadi berantakan.

Kejadian bermula ketika truk yang dikemudikan Sukrahman melintas di jalan yang berkelok dan menurun. Cuaca cerah dan lalu lintas ramai. Guna menghindari tabrakan dengan kendaraan lain, dia mencoba mengerem. Apa daya, rem tidak berfungsi alias blong. Keputusan membanting stir pun diambil. Pilihannya ke arah kiri jalan yang merupakan pesawahan.

Truk masuk sawah. Terguling. Dari 16 ekor sapi, sebanyak delapan ekor mati akibat kecelakaan tunggal itu. Sukrahman pun menderita luka berat, kakinya patah.

Tunggu dulu. Di dalam ruang kemudi truk ada dua penumpang lainnya. Satu kernet dan satu pengawal sapi. Saat kejadian, sang pengawal sapi melompat. Buntutnya, dia pun menderita luka patah tulang.se Untuk pengobatan atas lukanya tak kurang dari Rp 50 juta harus dirogoh dari kocek.

Tentu saja Sukrahman menyesali kejadian tersebut. Dua orang yang ada di dalam ruang kemudi truk pun memaafkan peristiwa tersebut, bahkan salah satunya menyatakan tidak menuntut.

Sekalipun demikian, atas kecelakaan tunggal itu Sukrahman dibidik dengan pasal 310 ayat 3 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dia dituduh lalai, lalu memicu terjadinya kecelakaan sehingga membuat orang lain menderita luka berat.

Pasal itu cukup mengerikan. Bagaimana tidak, ancaman bagi pelaku kecelakaan seperti itu bisa dipidana penjara maksimal lima tahun. Serta, denda maksimal Rp 10 juta. Bisa runyam deh. Sudah celaka, menderita luka, tapi juga bisa masuk bui.

Dalam kasus Sukrahman, pria itu akhirnya divonis pidana penjara lima bulan. Namun, dengan masa percobaan sepuluh bulan, berarti pidana tadi tidak perlu dilaksanakan. Artinya, Sukrahman tidak harus meringkuk di balik jeruji besi.

Terkait rem blong, menurut saksi, kondisi rem sudah diperiksa sebelum kendaraan dioperasikan. Entah kenapa saat situasi memburuk rem tidak berfungsi sama sekali sehingga akhirnya petaka itu pun terjadi. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 16 Desember 2016 14:29

    Wah sudah takdir atau ceroboh ya? mungkin saat periksa rem agak kecepatan kali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: