Skip to content

Membiayai Korban Kecelakaan Gara-gara Blind Spot

15 Desember 2016

blind_spot

BANYAK diantara kita yang sering mendengar istilah blind spot alias area tak terlihat. Area itu tak terlihat dari kaca spion sehingga para pengendara dituntut ekstra waspada.

“Saya waktu itu nggak ngeliat ada sepeda motor. Waktu mau belok, lampu sein sudah saya nyalakan, tapi tahu-tahu ada motor juga yang mau belok, jadi deh benturan,” ungkap Wagianto, kita sapa saja demikian, saat berbincang dengan saya di Jakarta, belum lama ini.

Waktu itu kami sedang membahas soal berbelok yang aman saat berlalu lintas jalan. Di tengah pembicaraan dia menceritakan pengalamannya itu.

“Ternyata pesepeda motor itu seorang ibu-ibu, saya jadi kasihan dan ikut membiayai untuk pengobatan luka ringan yang dialami sang ibu itu,” tambah pria muda tersebut.

Menurut dia, dirinya tidak menduga kehadiran pesepeda motor. Tadinya dia berharap setelah menyalakan lampu sein kendaraan lain di belakangnya lebih waspada. “Tahunya, malah senggolan dengan motor,” katanya lirih.

Blind spot terletak di kanan dan kiri pengendara serta di bagian belakang. Area itu tak terlihat dari kaca spion. Kecelakaan amat mungkin terjadi seperti yang dialami oleh Wagianto. Jenis kecelakaan yang terjadi adalah tabrak depan samping.

Jenis kecelakaan yang satu ini memang amat riskan dan merupakan jenis kecelakaan yang terbesar pada 2015. Dalam catatan Korlantas Mabes Polri, untuk periode semester pertama 2015, setidaknya terjadi 60 kasus tabrak samping setiap harinya. Kontribusi tabrak samping mencapai sekitar 23% terhadap total kasus kecelakaan lalu lintas jalan.

Oh ya, untuk memperkecil terjadinya tabrak depan samping, kita pesepeda motor ketika tahu ada mobil yang sudah memberi sein untuk berbelok, sebaiknya sabar sesaat. Berilah kesempatan kepada mobil itu berbelok.

Sedangkan ketika mendahului, sebaiknya memastikan situasi yang ada memang cukup aman. Salah satunya dengan memberi isyarat seperti bunyi-bunyian dan isyarat lampu. Saat mendahului rawan terjadi kecelakaan ketika kendaraan yang hendak didahului tidak tahu ada sepeda motor yang akan melintas. Padahal, saat bersamaan kendaraan tadi hendak pindah lajur atau hendak berbelok. (edo rusyanto)

foto:istimewa

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: