Skip to content

Mau Nanjak Flyover Malah Diserempet Truk

8 Desember 2016

antrean-kendaraan

INSIDEN di jalan raya datang dan pergi tanpa pernah diminta. Dia hadir tiba-tiba dan bisa menimpa siapa saja.

Apa yang dialami pria muda dalam tulusan ini membuktikan hal itu. Ceritanya begini.

Insanto, kita sapa saja demikian, melaju dengan kecepatan normal. Sepeda motor kesayangannya setia menemani untuk wira wiri mengais rezeki. Begitu pula dengan siang itu.

Pilihannya bersepeda motor karena kendaraan itu dinilai lebih praktis. Si kuda besi mengantarkannya dari satu tempat ke tempat lain dengan lebih leluasa dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum. Sebuah sudut pandang dari kebanyakan pengguna roda. Apalagi jika sudah menyinggung urusan biaya, kuda besi dinilai lebih murah.

“Kalau dibandingin biaya naik angkutan umum, biaya bawa motor jauh lebih murah,” ujar kolega saya, di Jakarta, baru-baru ini.

Bahkan, lanjutnya, sekalipun dibandingkan dengan saat membawa mobil pribadi. Biaya bensin dan biaya parkir mobil bisa 8-10 kali lipat dibandingkan memakai sepeda motor.

Kembali ke Irsanto. Siang itu, dia melaju di tengah ramainya lalu lintas jalan pinggiran Jakarta. Dia rutin melintas kawasan itu dari tempat tinggalnya menuju ke kantor tempatnya bekerja, begitu sebaliknya.

Menjelang memasuki flyover atau jalan layang di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dia melaju dengan kecepatan normal. Tiba-tiba dari arah belakang muncul sebuah mobil truk. “Nggak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saya jatuh, kayaknya kesrempet,” ujar dia, saat berbincang dengan saya di Jakarta baru-baru ini.

Pengguna jalan yang iba melihat kejadian itu menolong Irsanto. Sedangkan pengemudi truk ukuran sedang yang diduga menyerempet pergi begitu saja. Entah apakah dia tidak tahu ada sepeda motor yang tersenggol mobilnya, atau memang tidak ingin bertanggung jawab. Entahlah.

“Syukur tidak ada luka serius,” ujar Irsanto.

Posisi kita pesepeda motor memang ringkih. Secara alamiah, roda dua mudah tergelincir dibandingkan roda empat atau lebih. Sang pengendara lebih ringkih celaka karena berbenturan langsung dengan obyek lain. Sedangkan pengemudi mobil masih terlindungi oleh kerangka mobil.

Saat berpapasan dengan truk, tentu saja kita pesepeda motor mutlak ekstra waspada. Postur truk yang lebih besar amat membahayakan pesepeda motor jika terjadi benturan. Kehati-hatian tak semata saat hendak mendahului truk, bahkan juga ketika jalan beriringan. Kasus Irsanto menambah satu fakta lagi bahwa menghadapi truk kita harus melipatgandakan kewaspadaan. Setidaknya, menjaga jarak jarak aman. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: