Skip to content

Inilah Empat Kota dengan Keselamatan Jalan Terbaik 2016

7 Desember 2016

irsa-suasana-2016_edo

EMPAT kota dan kabupaten berikut ini dinilai menerapkan tata kelola keselamatan jalan (road safety) terbaik di Indonesia pada 2016. Label terbaik itu disematkan dalam ajang Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2016 besutan Adira Insurance bersama Majalah Swa.

Bahasa awamnya, keempat kota ini paling aman dan selamat untuk urusan di jalan raya. Kok bisa?

“Mereka dinilai berdasarkan lima pilar Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK),” kata Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), Indra Baruna, dalam Penganugerahan IRSA 2016, di Hotel JW Mariot, Jakarta, Selasa, 6 Desember 2016 siang.

Kelima pilar itu mencakup manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, dan kendaraan yang berkeselamatan. Selain itu, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan serta penanganan pra dan pasca keselamatan.

Nah, keempat kota itu adalah Kota Surabaya (Jawa Timur), Kota Balikpapan (Kalimantan Timur), serta Kabupaten Jepara dan Kabupaten Pekalongan keduanya di Jawa Tengah.

Surabaya meraih IRSA 2016 untuk kategori kota berpopulasi di atas 1 juta jiwa, menyisihkan empat finalis lain di kategori tersebut, yaitu Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan, Kota Administratif Jakarta Pusat dan Kota Semarang. “Selain juga menyapu bersih kemenangan di seluruh pilar RUNK,” tulis laman Antara.

Kemudian Balikpapan, berhasil meraih IRSA 2016 untuk kategori kota berpopulasi di bawah 1 juta jiwa, mengalahkan Kota Jambi dan Kota Padang, serta sama seperti Surabaya, menyapu bersih kemenangan di kelima pilar RUNK.

Selanjutnya, Jepara, meraih IRSA 2016 kategori kabupaten berpopulasi di atas 1 juta jiwa, menyisihkan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Cirebon, meski hanya memenangi empat pilar karena Cirebon berhasil memenangi pilar kelima yakni penanganan pra dan pasca keselamatan.

Sedangkan Pekalongan berhasil meraih IRSA 2016 kategori kabupaten berpopulasi di bawah 1 juta jiwa, dengan keberhasilan memenangi tiga pilar RUNK yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan dan perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, menyisihkan pesaingnya dari Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Bangka.

irsa-finalis-2016-bogor_adira
Sementara Kabupaten Gunung Kidul, memenangi dua pilar lainnya di kategori kabupaten berpopulasi di bawah 1 juta jiwa, yakni kendaraan yang berkeselamatan serta penangan pra dan pasca kecelakaan.

Selain keempat kota itu, IRSA kali ini juga memberikan Kategori Khusus yaitu, Kota atau Kabupaten dengan Peningkatan Indeks Keselamatan Jalan Terbaik (Kota Tangerang Selatan). Lalu, Kota atau Kabupaten dengan Inovasi Program Keselamatan Jalan Terbaik (Kabupaten Jepara) dan Kota atau Kabupaten pada Upaya Meningkatkan Jumlah Pengguna Angkutan Umum (Kota Semarang). Sedangkan Kota atau Kabupaten pada Upaya Meningkatkan Kualitas Sarana Pejalan Kaki yang Berkeselamatan diraih Kota Jakarta Pusat.

IRSA 2016 adalah kali keempat ajang penghargaan bagi pemerintah daerah (pemda) yang berkomitmen mewujudkan lalu lintas jalan yang aman dan selamat. Sepanjang empat tahun berturut-turut pula saya diminta menjadi panelis dalam ajang akbar itu. Dan, selama empat tahun itu saya melihat peningkatan antusiasme para pemda di Tanah Air.

“Tahun ini, pesertanya naik sekitar 45% menjadi 110 pemda,” kata Indra Baruna.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui para finalis, sebelum akhirnya meraih penghargaan. Tahap-tahap itu mencakup pendaftaran, daftar pendek (shortlisting), serta survei dan observasi lapangan. Terakhir, penjurian. Pada tahap ini, para pemda yang menjadi finalis diundang untuk melakukan presentasi mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluasi kebijakan terkait dengan tata kelola keselamatan jalan.

Tahun 2016, dari 110 yang mendaftar diseleksi menjadi 17 pemda yang masuk nominasi. “Para pemda juga semestinya berkampanye agar anak usia di bawah umur tidak berkendara,” pinta Budi Karya, menteri perhubungan RI saat memberi sambutan.

Dia mengaku, angka kecelakaan yang melibatkan usia produktif dan anak di bawah umur masih cukup tinggi di Tanah Air. Menhub juga menilai apa yang dilakukan Adira Insurance hendaknya ditularkan ke korporasi lainnya. “Sekaligus berbagai pengalaman dengan mereka,” ujar dia.

Pada 2015, Indonesia mencatat korban yang meninggal dunia akibat kecelakana lalu lintas jalan mencapai 26 ribuan jiwa. Sedangkan jumlah kasus kecelakaan mencapai 98.970 kasus.(edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: