Skip to content

Waspada, Jalan Ini Bergelombang

5 Desember 2016

taman-mini-perbaikan-jalan-rambu2

KAWASAN Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  Jakarta Timur merupakan salah satu destinasi wisata. Beragam wahana dan wisata budaya dapat dinikmati oleh wisatawan di area yang satu ini.

Obyek wisata yang dibuka pada 20 April 1975 itu merangkum Indonesia dalam satu tempat. Seluruh budaya Nusantara tersaji di TMII. Bahkan, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan beragam museum. Ada museum olahraga, transportasi hingga museum prajurit. Hal itu menjadikan TMII sebagai wahan wisata edukasi selain rekreasi keluarga.

TMII dikunjungi ratusan ribu orang setiap tahunnya. Karena itu, tak heran jika tingkat aksesibilitasnya harus bagus. Salah satunya adalah akses jalan darat yang menghubungkan TMII dengan sejumlah wilayah di DKI Jakarta maupun dengan kota lain.

Nah, kali ini, upaya merawat jalan sedang digulirkan, terutama di akses utama, yakni Jl Raya TMII. Ini adalah akses menuju pintu utama. TMII punya tiga akses masuk dan keluar. Dua akses laiinya adalah pintu melalui Asrama Haji Pondok Gede dan satunya lagi via Keong Emas. 

Jalan bergelombang itu merupakan bagian dari upaya pelapisan ulang. Sebelum dilapisi aspal, permukaan jalan digaruk dengan alat berat. Dampak dari penggarukan itulah yang menimbulkan jalan bergelombang. 

Bagi kendaraan roda empat tidak terlalu terasa gelombang jalan tersebut. Namun, bagi kendaraan roda dua justeru sebaliknya. Pesepeda motor mesti ekstra waspada. Terlebih dalam musim penghujan saat ini. 

Lengah sedikit saja bisa tergelincir. Hindari pengereman mendadak ketika melintas di jalan bergelombang. Salah-salah justeru bisa terjerembab. 

Saat saya melintas di area itu, Minggu, 4 Desember 2016 sore terlihat sebuah pesan peringatan berbunyi “Hati-hati Jalan Bergelombang”. 

Pesan agar pengguna jalan berhati-hati itu dibuat mencolok agar mudah dibaca. Harapannya tentu saja agar proses pelapisan aspal itu tidak merenggut korban akibat kecelakaan. 

Maklum, di Indonesia, faktor jalan merupakan salah satu penyumbang kecelakaan lalu lintas. Walau kontribusinya sekitar 5%, tetap saja kecelakaan berdampak luas. Siapa sih yang mau celaka?  Jangan sampai deh.  (edo rusyanto) 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: