Skip to content

Pengalaman Berbagi dengan Guru Sekitar Pabrik

2 Desember 2016

yahm_1b

INI sih bukan pengalaman saya pribadi. Tapi, barangkali bisa menjadi inspirasi bagi kita jika suatu ketika membutuhkan hal serupa.

Guru atau para pendidik di sekolah merupakan sosok panutan sekaligus pembuka jendela ilmu pengetahuan. Lewat tangan mereka bisa lahir sosok generasi cerdas dan berbudi pekerti luhur. Gurulah yang mengerti akan kebutuhan para anak didik, selain tentu saja para orang tua di rumah.

Tutur sapa dan tingkah laku guru tak jarang ditiru oleh para anak didik. Tidak mustahil termasuk yang digugu dan ditiru adalah cara berkendara mereka. Misal, ketika sang guru bersepeda motor ke sekolah tanpa memakai helm, anak didik menganggap itu sebagai hal yang lumrah. Lalu, mereka menirunya.

“Peran guru sangat besar dalam berbagi nilai-nilai postif bagi anak didik. Kami yakin dengan program ini para guru bisa menggunakan pengaruh positifnya untuk menumbuhkan kesadaran keselamatan berkendara di lingkungan sekolah,” ujar Ketua Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) I Putu Astawa, dalam publikasinya di Jakarta, yang saya terima baru-baru ini.

Pernyataan Putu itu terkait dengan kegiatan Road Safety Campaign Bersama Guru yang digelar YAHM, di Karawang, Jawa Barat, belum lama ini. Guru yang dihadirkan adalah mereka yang tinggal di sekitar lokasi pabrik PT Astra Honda Motor (AHM), di Karawang, Jawa Barat. Setidaknya hadir 150 guru dari berbagai sekolah.

Para guru secara interaktif terlibat dalam pelatihan keselamatan berkendara. Dalam ajang itu mereka saling berbagi pengalaman tentang kesadaran keselamatan berkendara di sekolah masing-masing. Tentu saja, para guru itu mendapatkan penjelasan secara komprehensif mengenai aturan dasar safety riding hingga motivasi untuk membagikan ilmu tersebut kepada para siswa.

Road Safety Campaign kali ini juga dilengkapi dengan praktek langsung menggunakan Honda Riding Trainer (HRT) dengan teknologi terkini. Pemahaman guru akan materi safety riding diharapkan bisa menambah keterampilan mereka saat menggunakan alat simulasi HRT sehingga mereka dapat merasakan sensasi berkendara sepeda motor dengan baik dan benar di berbagai kondisi jalan.

“Guru mempunyai peran penting dalam memberikan pendidikan yang tepat bagi para siswa,” tutur Putu.

Pernyataan Putu amat beralasan. Bagi anak didik, guru adalah sosok yang ditiru. Karena itu, sekali lagi contohnya adalah soal helm, saat guru bersepeda motor tanpa helm, bukan mustahil cara berkendara itu ditiru para anak didik. Setidaknya, masuk dalam alam bawah sadar para anak didik bahwa bersepeda motor tanpa memakai helm bukan suatu persoalan besar. Nah loh. (edo rusyanto)

foto: astra honda motor

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: