Skip to content

Mereka Mengkritisi Pengojek Berponsel

28 November 2016

sca-2016-pulsarian-kaliber-berponsel3
PEMANDANGAN orang bersepeda motor sambil berponsel dinilai kian memprihatinkan. Apalagi di Jakarta dan sekitarnya.

“Ada ojek online yang karena mau ngambil orderan atau ngejar point maksain berponsel sambil berkendara,” kata seorang anggota Pulsarian Bekasi (Kaliber), dalam paparannya di ajang penjurian Safety Campaign Award (SCA) 2016, di Jakarta, Sabtu, 26 November 2016.

Saking prihatinnya atas perilaku itu, tambah dia, Kaliber menggelar seminar soal bahaya berponsel sambil berkendara. Mayoritas pesertanya adalah para tukang ojek sepeda motor berbasis aplikasi. “Banyak kecelakaan terjadi akibat berponsel sambil berkendara,” katanya.

Padahal, kata Hari dari Vega Rider Community Indonesia (VRCI), kecelakaan bisa menimbulkan banyak kerugian. Dia mengaku, kelompoknya pun mengajak masyarakat untuk tidak berponsel sambil berkendara.

Tak hanya Pulsarian Kaliber dan VRCI, kelompok pesepeda motor lainnya pun angkat bicara. 

“Kami bikin talkshow on the street untuk menggugah kesadaran masyarakat,” kata Tamsir dari Suzuki Satria F 150 Club (SSFC) Depok.

Oh ya, sanksi untuk pelanggar aturan ini pun sudah digariskan. Pelanggar dapat dikenai sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan. Atau, denda maksimal Rp 750 ribu.

Begitu juga dengan Honda Street Fire Club Indonesia (HSFCI) Tangerang. Kelompok ini bahkan mengajak seratusan pengojek untuk bertukar pikiran. Tentu saja, pada akhirnya agar mereka tergugah kesadarannya agar tidak berponsel sambil bersepeda motor. 

“Kegiatan pertama kami dengan teman-teman dari Grab. Tapi, kami ingin juga sosialisasi ke seluruh ojek online,” kata Agus, dari HFSCI, Tangerang.

Kepedulian keempat kelompok pesepeda motor tadi bukan tanpa alasan. Banyak diantara kita tahu bahwa konsentrasi berkendara bisa terganggu bila aktifitas berkendara disambi dengan berponsel. Entah ini menelepon dan menerina telepon, apalagi membaca dan mengirim pesan.

Pada gilirannya, ketika konsentrasi terganggu, bukan mustahil menimbulkan insiden. Bahkan, dapat memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Fakta memperlihatkan bahwa berponsel sambil berkendara memicu tak kurang dari 1% terhadap total kecelakaan di Indonesia.

Saking berbahayanya aktifitas berponsel sambil berkendara, negara kita mengaturnya dalam regulasi setingkat undang undang (UU). Lihat saja di dalam pasal 106 ayat 1 UU No 22/2009 tentang LLAJ. UU ini mewajibkan pengendara berkonsentrasi ketika berlalu lintas jalan.  Disebutkan bahwa salah satu perusak konsentrasi adalah aktifitas berponsel.

Oh ya, sanksi untuk pelanggar aturan ini pun sudah digariskan. Pelanggar dapat dikenai sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan. Atau, denda maksimal Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 28 November 2016 00:28

    Iya sering om pengojek HPan sambil motoran.

    https://nofgipiston.wordpress.com/2016/11/28/memainkan-nada-musik-dengan-arduino/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: