Skip to content

Baliho Raksasa Pilkada Meramaikan Jakarta

25 November 2016

pilkada-baliho-2016c
MEMASUKI penghujung November 2016, kota Jakarta kian semarak. Bukan semata oleh aksi massa atau meruyaknya kendaraan bermotor di jalan raya. Ada pemandangan lain.

Ya. Di berbagai sudut jalan kota berusia 487 tahun itu berdiri banyak baliho berukuran raksasa. Baliho itu berisi informasi pasangan calon kepala daerah, yakni gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Baliho itu warnanya beragam dengan desain yang berbeda juga.

Setidaknya saya melihat tiga titik baliho raksasa terkait pemilihan kepala daerah (pilkada). Titik itu ada di Jl Raya TMII dan Cililitan, keduanya di Jakarta Timur. Dan, titik Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan. Ketiga titik tadi amat strategis di jalan-jalan yang padat oleh lalu lalang pengguna jalan.

Selain baliho berukuran besar, bertebaran juga umbul-umbul dengan muatan informasi yang serupa. Jumlah umbul-umbul lebih banyak dibandingkan baliho. Barangkali karena biaya membuat umbul-umbul lebih murah dibandingkan satu baliho raksasa.

Oh ya, pada saat nyaris bersamaan, sudut-sudut kota Jakarta juga dibuat semarak oleh spanduk-spanduk dengan tulisan mencolok. Mencuri perhatian pengguna jalan. Spanduk yang mayoritas berlatar belakang warna putih dengan tulisan warna hitam itu diisi kalimat “Kita Semua Bersaudara.”

pilkada-spanduk-2016c
Kalimat itu mengingatkan kepada yang membaca agar kian menyadari bahwa kita semua saudara sebangsa, Indonesia. Tak perlu ada perpecahan karena kepentingan tertentu mengingat bangsa Indonesia amat majemuk. Tak heran jika para pendiri bangsa mencantumkan kalimat “bhineka tunggal ika” di lambang negara, Garuda Pancasila. Berbeda-beda tapi tetap aatu, bangsa Indonesia.

Sepanjang lebih dari 30 tahun saya tinggal di Jakarta, pilkada tahun ini tergolong paling meriah. Pemasangan baliho raksasa dengan menyajikan info pesan utama kampanye para kontestan merupakan sebuah jurus memeriahkan pesta demokrasi. Para pengguna jalan yang melihat baliho tadi bisa mencerna inti dari kampanye mereka. Tentu saja untuk lebih detailnya harus membaca di medium lain seperti di media daring.

Dalam baliho tak hanya disebutkan nama dan foto pasangan calon, tapi juga jargon mereka.

Di baliho pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, dituliskan: Cerdas, Tegas, dan Pekerja Keras. Lalu, dipasang kalimat: Siap Nembangun Jakarta untuk Rakyat.

Lalu, di pasangan nomor dua, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, terdapat tulisan: kerja dan Ini Baru Jakarta.

Terakhir, di pasangan nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terdapat tulisan: Maju Bersama Anies Sandi. Selain itu: Maju Kotanya, Bahagia Warganya.

Di masing-masing baliho juga tertera alamat laman daring masing-masing calon. Termasuk, ada yang mencantumkan alamat media sosialnya.

Pastinya, warga Jakarta akan memilih siapa gubernur mereka pada 15 Februari 2017. Saat ini, hingga menjelang pemilihan merupakan musim kampanye. Masing-masing punya jurus guna memikat para pemilih.

Entah karena saya kurang mengikuti atau memang tak ada, saya belum mendengar program konkret terkait keselamatan jalan (road safety). Pingin rasanya memilih mereka yang punya program kerja konkret menurunkan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan.

Maklum, di Jakarta dan sekitarnya setiap hari masih terjadi 18 kecelakaan di jalan. Kejadian itu tiap hari merenggut dua hingga tiga jiwa para pengguna jalan. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: