Skip to content

Begini Alasan Polisi Gencar Merazia Strobo

23 November 2016

strobo-korlantas-tindak-2016_korlantasinstgram

SETIDAKNYA lima foto di akun instagram Korlantas yang menyajikan kegiatan razia strobo. Dalam foto yang diunggah, Selasa, 22 November 2016, tampak beberapa kejadian penilangan di Jakarta. Reaksi pun beragam.

“Polri melakukan penindakan terhadap pengendara yang masih nekat memasang strobo bukan peruntukannya,” tulis akun itu.

Dalam foto yang diunggah di dunia daring terlihat mobil memakai strobo warna biru ditilang polisi lalu lintas (polantas). Pengelola akun mencantumkan lokasi dan alasan penilangan. Payung hukumnya adalah UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Lihat pasal 59,” tulis akun itu lagi.

Reaksi beragam muncul dari kalangan netizen.

“Tolong yang di-upload jangan kesalahan masyarakat sipil saja karena tidak berimbang. Banyak tuh anggota TNI dan Pori yang memasang lampu strobo. Upload juga ndan anggota Polri dan TNI yang melanggar,” tulis seorang netizen.

Bahkan, ada yang berujar soal anggota ormas yang pakai sirine dan lampu strobo. Termasuk, kelompok pengguna mobil dan kelompok pesepeda motor.

Saya coba menelusuri apa yang dimaksud dengan pasal tersebut. Ternyata, begini bunyi aturan yang dimaksud.

Pasal 59
(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna:
a. merah;
b. biru; dan
c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;
b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan
c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Lazimnya sebuah aturan maka ada sanksi yang mengikuti. Disebutkan bahwa sanksi bagi pelanggar aturan ini adalah denda maksimal Rp 250 ribu atau pidana kurungan maksimal satu bulan.

Pertanyaannya, untuk apa memasang strobo bukan peruntukannya? (edo rusyanto)

sumber foto: akun instagram korlantas

One Comment leave one →
  1. tho permalink
    23 November 2016 09:09

    untuk meminta diistimewakan di jalanan (arogan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: