Skip to content

Terpaksa Ikat Anak Saat Naik Motor

22 November 2016

anak-naik-motor-diikat-kain
PADATNYA kendaraan bermotor mewarnai jalan di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 November 2016 sore. Beragam kendaraan bermotor tumpah ruah.
Cuaca cerah sedikit berawan mengurangi sedikit potensi dehidrasi. Kami para pesepeda motor dibuai angin sepoi-sepoi cuaca Jakarta yang pada November 2016 ini tak pernah lepas dari guyuran hujan.

Persis di perempatan jalan yang lurus menuju arah Ancol, Jakarta Utara dan kanan ke arah Kemayoran, Jakarta Pusat, tampak seorang pesepeda motor bersama keluarganya. Kami sama-sama berhenti karena lampu berwarna merah. Bersama kami tampak puluhan aneka kendaraan bermotor juga ikut berhenti.

Sang pengendara motor, saya duga adalah kepala keluarga, duduk di bagian tengah. Di depan dia, sang anak usia balita duduk diapit kaki sang bapak. Sedangkan di belakang duduk manis sang ibu.

Oh ya, sang anak didudukan di kursi kecil terbuat dari rotan. Saya lihat sang anak duduk agak ke kanan. Topi yang dipakainya pun tampak ikut miring.

“Ngantuk anaknya ya pak?” ujar saya, sambil menunggu lampu berganti menjadi hijau.

“Udah ketiduran malah pak,” jawab pria muda yang saya tanya.

Dia berupaya memperbaiki posisi sang anak. Namun, sang ibu yang duduk di belakang menyodorkan kain panjang. Kain jenis itu biasanya dipakai untuk menggendong balita. Sang bapak pun langsung berupaya mengikat sang anak menyatu dengan tubuhnya. Ikatan tadi diharapkan membuat posisi anak lebih stabil.

Pemandangan anak yang diikat dengan kain agar menyatu dengan pengendara pernah saya jumpai sebelumnya di Jakarta. Mayoritas adalah ibu-ibu yang membawa anaknya berkendara.

Dari pengamatan sekilas, tujuan pengikatan tadi agar tubuh sang anak jadi lebih stabil. Anak tidak oleng ke kiri atau ke kanan sehingga mengganggu konsentrasi pengendara. Inilah salah satu potret masyarakat kita saat ini. (edo rusyanto) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: