Skip to content

Nasib Yellow Box di Jakarta

17 November 2016

yellow-box-jakbar-2016
Banyak diantara kita ingin yang terbaik bagi keluarga. Kerja keras membanting tulang pun dilakoni. Pergi pagi, pulang malam hari.

Sadarkah kita bahwa keluarga ingin pahlawannya pulang ke rumah tidak terluka oleh petaka jalan raya. Karena itu, doa keluarga adalah agar pahlawannya selamat tiba di rumah termasuk saat berlalu lintas jalan. Kesemua itu bisa membuat suasana kebatinan keluarga menjadi nyaman dan damai.

Suasana batin yang tenang membuat tindak tanduk kita menjadi lebih tertata. Di jalan raya, ekspresinya terlihat dari cara berlalu lintas jalan.
Pengendara akan lebih hati-hati dan memprioritaskan keselamatan semua pengguna jalan. Ciri kehati-hatian terlihat lewat kepatuhan pada tata aturan yang berlaku. Mematuhi marka dan rambu.

Salah satu marka jalan adalah kotak kuning alias yellow box junction (YBJ). Marka ini umumnya ada di perempatan jalan. Para pengguna jalan tidak diizinkan berhenti di atas marka itu. Singkat kata, di zona yellow box adalah area steril.

Boleh jadi marka jalan yang satu ini kurang populer. Berbeda dengan marga garis setop atau zebra cross. Namun, soal populer atau tidak, belum menjamin kepatuhan pengguna jalan. Lihat saja di sekitar kita.

Pemandangan yang saya lihat di Jakarta Barat, pertengahan November 2016 siang, bercerita pilu. Di kawasan jalan arteri yang menghubungkan Pondok Indah dengan Jl Daan Mogot itu terlihat ramai lancar. Di titik-titik tertentu terjadi penumpukan kendaraan bermotor. Terlebih ketika menjelang perempatan jalan.

Nah, di salah satu titik, saat lampu pengatur lalu lintas jalan berwarna merah, saya lihat kesemrawutan di atas yellow box. Sepeda motor menuju Pondok Indah tumpah ruah. Entah mengejar apa, mereka menumpuk di atas yellow box.

Padahal, menurut laman FB NTMC Korlantas Polri, walaupun lampu lalu lintas sudah hijau, pengguna jalan yang belum masuk YBJ harus berhenti jika masih ada kendaraan lain di dalam area kotak kuning itu. Mereka baru bisa maju jika kendaraan di dalam YBJ sudah keluar. Dengan YBJ, diharapkan kemacetan di persimpangan tidak terkunci.

Regulasi di jalan hadir untuk membantu terwujudnya lalu lintas jalan yang hunanis. Suatu kondisi yang mengedepankan keselamatan sebagai panglima. Jalan raya menjadi lebih nyaman, aman, dan selamat. Persoalannya, sejauh mana pengguna jalan memahami dan sudi menaati aturan yang ada. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: