Skip to content

Begini Mekanisme Lengkap Tilang Elektronik

9 November 2016

polantas-bandung-tugas1

Mekanisme tilang konvensional dituding berbelit-belit dan kurang transparan. Karena itu, mekanisme anyar pun disiapkan, yakni tilang elektronik.

Sebenarnya, konsep tilang elektronik sudah beberapa tahun belakangan digembar-gemborkan. Namun, implementasinya masih tertatih-tatih. Kini, Korlantas Mabes Polri menggelontorkan mekanisme tilang elektronik yang dilabel Elang, kependekan dari E-Tilang.

Menurut Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya (PMJ), AKBP Budiyanto, kehadiran E-Tilang sebagai sebuah jawaban atas kondisi yang ada saat ini. Selama ini penegakan hukum masih terkesan lambat, berbelit-belit , birokratis dan kental adanya praktik-praktik pungutan liar, dan kurang transparan.

“Jawaban yang pas tentang adanya fenomena tersebut, berkaitan dgn penegakan hukum di bidang  pelanggaran lalu lintas telah di bangun suatu sistem, yakni E-Tilang,” katanya, dalam pesan tertulis yang saya terima Selasa, 8 November 2016.

Dia menjelaskan, E-Tilang adalah suatu sistem yang dibangun untuk memberikan ruang kepada pelanggar menitipkan denda tilang ke BRI melalui daring (online) secara otomatis dengan menggunakan fasilitas E-Bangking, SMS Bngking, dan ATM. Aplikasi ini akan terkoneksi dengan BRI, Kejaksaan, dan Pengadilan. Pada saat pelanggar sudah menitipkan uang di bank dan sudah mendapatkan notifikasi dari bank dengan tanda-tanda khusus, barang bukti langsung dapat diambil di petugas kepolisian.

Setelah mendapatkan penetapan dari pengadilan tentang besarnya denda akan disampaikan ke pihak pelanggar. “Namun, bila penetapan lebih kecil dari denda yang dititipkan, secara otomatis  sisa uang akan dikembalikan ke pelanngar,” jelas Budiyanto.

Menurut dia, sebelum pemberlakuan sistem E-tilang telah dipersiapkan masalah yang berkaitan dengan sumber daya manusia, piranti lunak, dan kelengkapan lainnya, termasuk payung hukumnya.

Kakorlantas Mabes Polri Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, masyarakat bisa mengunduh aplikasi E-tilang di daring. Lewat aplikasi itu dapat dilihat pasal apa yang dilanggar dan berapa sanksi dendanya.

e-tilang-vs-manual
Sementara itu, Budiyanto menegaskan, sistem E-tilang ini adalah suatu program pra ELE, yakni Electronic Law Onforcement alias penegakan hukum dengan sistem elektronika. Petugas dan masyarakat diperkenalkan lebih awal tentang penggunaan teknologi sehingga pada saatnya diberlakukan sistem ELE, petugas Polri dan masyarakat sudah biasa dan tidak terkaget-keget. Pada akhirnya terbangun penegakan hukum yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntable, dan mudah diakses.

“Kami menyadari ini merupakan proses sehingga perlu waktu, kesiapan, pengorbanan,biaya dan perlu  political  will yang kuat dari semua pemangku kepentingan,” kata dia.

Pastinya, tegas dia, apapun alasannya program ini harus berjalan dan sukses untuk mengubah mindset / pola pikir yang konvensional yang cenderung lambat, berbelit-belit, birokratis, dan kental dengan penyimpangan.

Nah, mekanisme lengkap soal E-tilang bisa disimak di grafis yang saya cantumkan di artikel ini. (edo rusyanto)

e-tilang-mekanisme-1

e-tilang-mekanisme-2

e-tilang-mekanisme-3

e-tilang-mekanisme-4

e-tilang-mekanisme-5

4 Komentar leave one →
  1. 9 November 2016 08:24

    saya pernah melanggar (nopol bukan asli dari samsat), tahun 2004 di bandung. waktu itu setor ke bri, trus setelah tanggal yg ditentukan di surat tilang, barbuk diambil ke polres/polsek (lupa pastinya)… itu rintisan tilang elektronik ato gimana pak Edo ?

    • 9 November 2016 21:59

      setahu saya itu untuk yg slip biru yah? biasanya denda maksimal. bisa saja itu upaya awal dari e-tilang. kelak, jika sudah sempurna menjadi electronic law enforcement (ELE).

      • 14 November 2016 10:34

        hooo maksimal yah, tp alhamdulillah, waktu tahun itu setor 50rb aja ke BRI😀

  2. 11 November 2016 16:25

    Pada sistem baru ini apakah bisa mengakomodir ketidak sesuaian nama pemilik pada STNK dg pemilik yg sebenarnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: