Skip to content

Ngantuk Berujung Mencium Aspal Sukabumi

8 November 2016

jalur-cikidang-sukabumi_ibc

Bersepeda motor di jalan raya memikul risiko. Dua risiko tergolong pelik adalah ditabrak atau menabrak. Keduanya tentu bukan pilihan yang menarik, justeru sebaliknya.

Secara alamiah sepeda motor tergolong ringkih dibandingkan dengan kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Sepeda motor yang beroda dua lebih mudah tergelincir atau terjatuh. Karena itu, esensi bersepeda motor adalah menjaga kestabilan si roda dua. Menjaga sepeda motor untuk tetap berdiri dan melaju.

Menjaga kestabilan sepeda motor butuh fisik yang bugar dan penuh konsentrasi. Kebugaran dapat terwujud ketika tubuh cukup istirahat dan asupan makanana bergizi.

Ketika tubuh lelah dan mengantuk kemampuan menjaga kestabilan si kuda besi menjadi terganggu. Kalau sudah begitu bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

“Pagi itu saya ngantuk sehingga tidak melihat ada cone pembatas jalan. Jadilah memotong jalur orang lain secara mendadak,” tutur Bahri, saat berbincang dengan saya, di Jakarta, baru-baru ini.

Dampak pemotongan secara tiba-tiba membuat pesepeda motor yang ada di belakang Bahri menjadi kaget.

Sontak, Eko yang persis di belakang Bahri melakukan pengereman agar tidak terjadi tabrakan. Tapi, Tommy yang ada di belakang Eko tidak dapat mengerem sehingga terjadi tabrak belakang.

“Saya coba menahan motor agar tidak jatuh akibat tabrakan. Motor Tommy akhirnya jatuh ke aspal. Jatuhnya perlahan karena kami memang sedang jalan pelan,” tutur Eko.

Adegan mencium aspal di Sukabumi, Jawa Barat pada suatu pagi November 2016 itu tak terhindarkan. Walau tidak ada yang cedera, perjalanan touring Jakarta-Sawarna menjadi tersendat. Perjalanan sepanjang hampir 200 kilometer itu harus tertahan untuk memulihkan stamina. Istirahat sejenak sambil mengisi bahan bakar minyak.

Oh ya, Sawarna merupakan salah satu destinasi yang mempesona. Banyak kelompok pesepeda motor yang terpincut oleh kemolekan pantai di kawasan yang masuk provinsi Banten itu. Saat saya ke Sawarna tahun 2009, pemandangannya amat memikat. Aspal jalannya cukup baik dengan banyak kelokan dan tanjakan.

Butuh stamina yang baik untuk mencavai Sawarna. Konsentrasi bersepeda motor mutlak terjaga. Rasa lelah dan mengantuk akan amat mengganggu.

Mengantuk memang manusiawi. Jalan keluar dari mengantuk hanya satu, yakni tidur. Dalam perjalanan touring istirahat sejenak, yakni tidur berkualitas berkisar 15-30 menit bisa membantu memulihkan stamina.

Sekadar menyegarkan ingatan kita, mengantuk merupakan salah pemicu kecelakaan di Indonesia. Data Korlantas Polri menyebutkan, pada 2015, ngantuk menyumbang sekitar 2% terhadap total kecelakaan di Tanah Air. Setiap hari, rerata terjadi lima kasus kecelakaan yang dipicu mengantuk. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 8 November 2016 17:12

    jalannya bikin terlena

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: