Skip to content

Ironi Siang Hari di Depan Pasar

7 November 2016

pasar-kr-jati-lalin-2016d

KALAU Anda melintas di area pasar Kramat Jati, Jakarta Timur jangan coba-coba ugal-ugalan. Pertebal sabar, namanya juga kawasan pasar.

Pada jam sibuk, yakni pagi dan sore hari, kawasan itu disesaki aktifitas. Orang, kendaraan bermotor hingga gerobak hilir mudik, termasuk masyarakat yang menyeberang jalan.

Pasar Kramat Jati merupakan salah satu sentra ekonomi di Jakarta Timur, persisnya di Jl Raya Bogor. Di kawasan itu terdapat pasar tradisional dan pasar modern. Bagi yang hendak mencari hiburan, di kawasan ini tersedia juga bioskop dengan film-film anyar.

Pada malam hari, di kawasan ini ramai oleh para pedagang ikan dan sayur mayur. Aneka ikan dijajakan di pinggir jalan. Mereka berdagang di sisi kiri dan kanan jalan. Praktis laju kendaraan menjadi merayap.

Ironi yang saya mau tulis terjadi pada siang hari. Awalnya tidak ada kejadian yang luar biasa. Semua berjalan normal. Arus kendaraan mengalir seperti biasa di kedua arah.

Tampak sejumlah angkutan kota (angkot) berhenti di kanan dan kiri jalan. Ada yang menurunkan, namun ada juga yang sibuk menaikkan penumpang. Tentu saja sebagian besar adalah mereka yang hendak berbelanja atau mereka yang selesai berbelanja untuk kembali pulang ke kediaman.

Ironi terjadi ketika sebuah angkot berwarna merah menepi ke sisi kiri jalan. Ada penumpang yang hendak turun. Penumpang yang duduk di bagian depan, yakni di sisi kiri pengemudi membuka pintu. Namun, tiba-tiba muncul sepeda motor yang memaksakan diri menyelip di celah yang amat sempit.

Petaka pun terjadi. Sepeda motor mencium pintu bagian depan kiri angkot. Sepeda motor limbung. Sang pengendara coba mempertahankan agar tetap stabil, namun akhirnya tumbang juga. Cedera ringan pun diderita sang pesepeda motor tadi.

Sempat terjadi perdebatan kecil. Masing-masing merasa pada posisi yang benar. Percekcokan kecil tak berlanjut, usai sang penumpang angkot tadi memberi sedikit uang untuk membantu mengobati lecet di tangan dan kaki sang pesepeda motor nekat tadi.

Bagi kita para pesepeda motor, kejadian itu dapat menjadi pembelajaran. Untuk apa nekat menerobos celah sempit di kiri jalan yang memang kondisinya cukup padat. Apalagi ada pergerakan kendataan lain, misal angkot yang hendak menurunkan penumpang.

Ketika kecelakaan terjadi persoalan salah atau benar perlu diuji. Pastinya, kecelakaan lalu lintas jalan menimbulkan kepahitan. Mulai dari kerusakan barang, korban luka, meninggal dunia hingga urusan hukum di pengadilan. Sudah banyak fakta memperlihatkan hal itu. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: