Skip to content

Beri Teladan Agar Anak Tidak Bingung

6 November 2016

helm-dan-anak-di-toko3

SAAT seorang ayah mengajarkan sopan santun di rumah, keluarga masa kini menuntut adanya tauladan. Satunya perkataan dengan perbuatan memperkuat ajaran tadi. Bila sebaliknya, justeru menimbulkan kerancuan.

Sekadar contoh, ayah mengajarkan agar saat bersepeda motor, anak-anak senantiasa memakai helm. Namun, ketika pada praktiknya sang ayah melakukan tebang pilih, yakni tergantung jarak, menimbulkan kebingungan. Anak jadi bingung mana yang mau ditiru.

Sopan santun berakar pada rasa malu mencederai kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusian mengusung pada keadaban manusia yang berpijak pada akal sehat dan nurani. Keluarga dapat menjadi penyemai hal itu sekalipun bukan mustahil bisa kebalikannya. Karena itu, ruang keluarga yang harmonis mampu memuluskan transformasi nilai-nilai yang utuh.

Percaya atau tidak, salah satu hal penting yang dapat disemai dengan baik adalah urusan berlalu lintas di jalan. Misal, soal pentingnya menaati aturan bagi keselamatan sesama pengguna jalan. Bekal untuk itu tentu saja mesti mengetahui dan memahami apa saja aturan yang dimaksud.

Merujuk pada contoh pemakaian helm di atas. Orang tua tahu mesti tahu soal aturan yang berlaku terkait pemakaian helm seperti diatur dalam Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan itu mewajibkan pemakaian helm pelindung kepala bagi para pesepeda motor. Helm yang dipakai pun diatur sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI).

Aturan itu juga memuat sanksi bagi para pelanggar. Ada ancaman sanksi pidana penjara maksimal satu bulan. Juga ada sanksi ancaman denda maksimal Rp 250 ribu.

Itu baru dari sisi aturan. Orang tua juga mesti memahami esensi dari pemakaian helm pelindung kepala. Langkah itu merupakan ikhtiar dalam melindungi isi kepala, yakni otak. Organ tubuh yang satu ini amat penting bagi manusia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Mengetahui aturan dan memahaminya menjadi bekal penting bagi orang tua dalam mengajarkan berlalu lintas jalan yang aman dan selamat bagi anggota keluarganya. Tentu, sekali lagi dibarengi dengan tauladan alias contoh yang baik. Jangan membuat kerancuan, mengajari agar memakai helm, tapi dalam keseharian justeru tidak memakai helm. Gampang kan? (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: