Skip to content

Tarik Menarik Kewajiban dan Kebutuhan di Jalan

4 November 2016

motor-dan-bus-jakarta2
IBARAT makan, kebutuhan akan diperjuangkan. Sekali lagi, makan adalah kebutuhan bukan kewajiban.

Banyak dari kita setiap hari berlalu lintas jalan. Berangkat dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya. Atau, pergi ke tempat mencari ilmu hingga untuk beranjangsana lalu kembali ke rumah.

Saat wira-wiri di jalan raya beragam kendaraan yang digunakan. Kendaraan pribadi, yakni mobil dan sepeda motor menjadi jenis yang dominan saat ini. Tentu di luar itu ada angkutan umum, mulai dari bus, angkutan kota, angkutan desa, sepeda kayuh hingga becak atau dokar.

Rasanya semua pengguna jalan ingin selamat. Perjalanan yang dilakukan tidak menimbulkan petaka, kecelakaan lalu lintas jalan. Mereka butuh keselamatan jalan (road safety) bukan semata kewajiban.

Keselamatan menjadi kebutuhan karena manusia membutuhkan kehidupan. Mereka yang masih kuliah ingin menggapai cita-cita, sedangkan mereka yang bekerja ingin menafkahi keluarga selain dirinya sendiri. Cedera akibat kecelakaan akan memangkas produktifitas, bahkan memupus cita-cita.

Saat menjadi kebutuhan, para pengguna jalan akan mencari cara untuk melindungi diri. Salah satu pilar penting adalah memahami aturan yang berlaku, seperti UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan itu dibuat untuk melindungi para pengguna jalan dari petaka di jalan raya.

Setelah memahami tentu saja mengimplementasikannya dalam keseharian.
Misal, regulasi mewajibkan pesepeda motor memakai helm saat berkendara. Lazimnya peraturan, ada sanksi bagi sang pelanggar. Ancamannya pidana penjara maksimal satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

Di sisi lain, pemakaian helm untuk melindungi kepala dari cedera. Maklum, di dalam kepala ada otak yang amat penting bagi kehidupan manusia. Otak butuh untuk dilindungi untuk kehidupan.

Nah, bila pemakaian helm sekadar menghindari pelanggaran lalu lintas, artinya baru sekadar memenuhi kewajiban. Biasanya perilaku ini terlihat dari memakai helm hanya untuk di area tertentu yang dinilai ada petugas.

Sebaliknya, bila pemakaian helm sebagai kebutuhan, di manapun dan kapan pun berkendaranya, helm senantiasa bertengger di kepala. Sang pesepeda motor sadar betul bahwa ada aset berharga di kepalanya yang harus dilundungi. Sekali lagi, pemakaian helm adalah kebutuhan. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: