Skip to content

Pengalaman Diteriakin Perempuan di Lampu Merah

26 Oktober 2016

garis-melintang-di-lamer1
ENTAH ada angin apa. Seorang perempuan tiba-tiba membuka kaca mobil dan berteriak. “Maju-maju. Merah.”

Suara perempuan yang saya taksir berusia antara 30-40 tahun itu entah ditujukan ke siapa. Pastinya, mobil yang dia kemudikan melenggang dengan enteng menerobos lampu pengatur lalu lintas jalan yang malam itu sedang berwarna merah.

Selain saya, di belakang dan sisi kiri dari posisi saya berhenti, sejumlah kendaraan bermotor juga berhenti tertib. Mereka menanti pergantian warna dari merah ke hijau. Barisan yang menanti tertib di lampu merah itu selayaknya memang begitu. Pasti para pengguna jalan sudah tahu bahwa warna merah artinya berhenti. Lalu, kuning hati-hati, dan hijau dipersilakan jalan.

Arus kendaraan bermotor malam itu ramai lancar, sekalipun jarum jam menunjukkan angka sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi tempat kami berhenti adalah salah satu akses pergerakan dari tengah ke pinggir kota Jakarta. Bahkan, menjadi pintu masuk dan keluar pada urban yang tinggal di sekitar Jakarta, seperti warga Bekasi, Depok, dan Bogor.

Tak heran, keramaian arus kendararaan seperti tiada henti. Pagi, siang, sore, malam, hingga dinihari. Apalagi, di dekat kawasan itu terdapat terminal bus antar kota Kampung Rambutan. Terminal itu tak pernah tidur melayani perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa.

Kembali lagi soal pengalaman diteriaki pengendara lain di Jakarta. Jika suara itu ditujukan kepada saya, jadi geer, pengalaman seperti itu bukan pertamakali. Pernah ada pesepeda motor yang mengumpat dengan bahasa kebun binatang. Bahkan, ada kondektur angkutan umum yang berkata-kata kotor.

Mereka memaki demi menyuruh orang lain untuk menerobos lampu merah. Walau, ada juga yang menyuruh untuk melibas marka jalan. Entah kenapa melanggar aturan menjadi kebiasaan. Jadi ingat pernyataan seseorang, mereka melanggar karena belum merasa dirugikan akibat ulah yang dilakukannya. Entahlah. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 27 Oktober 2016 08:49

    miris sekali, klo ada kecelakaan yg disalahkan orang lain, padahal juga merugikan orang lain😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: