Skip to content

Dirlantas PMJ Bertekad Saber Pungli di Jalan Raya

24 Oktober 2016

edo-dirlantas-pmj-ermayudi-2016

Wefie bareng Dirlantas PMJ Kombes Ermayudi

UPAYA pemerintah memerangi pungutan liar (pungli) demikian santer. Komitmen itu ditegaskan Presiden Djoko Widodo, di Jakarta, baru-baru ini.

Bak bola salju, gerakan sapu bersih (saber) pun bergulir deras di berbagai lini. Mulai dari level kementerian, pemerintah daerah (pemda), dan tentu saja di kalangan kepolisian. Khusus di kepolisian wilayah Polda Metri Jaya, keseriusan memberantas pungli denyutnya juga kian terasa belakangan ini.

Lini yang melayani publik secara langsung menjadi pusat sorotan. Salah satunya adalah di jajaran direktorat lalu lintas (ditlantas) seperti di layanan penerbitan surat izin mengemudi (SIM) maupun polisi lalu lintas (polantas) yang bertugas di jalan raya.

“Kami ingin memberantas pungli,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Ermayudi Sumarsono, saat berbincang dengan saya, di Jakarta, Minggu, 23 Oktober 2016 siang.

Dia menambahkan, pemberantasan pungli dilakukan di internal dan eksternal. Di internal, jurus yang dipakai adalah selaras dengan jargon Kapolri, yakni Promoter. Itu adalah akronim, profesional, modern, dan terpercaya.

Upaya menjadi terpercaya salah satunya adalah dengan memangkas perilaku pungli. “Tapi, semua bisa berjalan baik jika masyarakatnya juga ikut terlibat. Masyarakat tidak memberi dan petugas tidak meminta,” tegasnya.

Kalau dipikir-pikir mirip hukum permintaan dan penawaran. Maksudnya, permintaan muncul karena adanya penawaran. Walau, bisa juga sebaliknya.
Saya termasuk yang yakin kepercayaan kepada petugas menjadi pilar penting akan keselamatan jalan. Begini ceritanya.

Keselamatan di jalan alias road safety tak semata soal ketrampilan berkendara, tapi juga mencakup tiga hal lainnya. Ketiga aspek itu adalah etika berkendara, kepatuhan pada aturan, dan kesadaran akan budaya keselamatan.

Nah, aspek kepatuhan pada hukum atau aturan yang berlaku di jalan raya tak bisa dilepaskan dari kepercayaan pada para penegak hukumnya. Pengguna jalan yang percaya bahwa penegakan hukum berjalan adil dan tegas, bakal lebih patuh pada aturan. Maklum, jargon yang beredar saat ini, hukum bisa tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Karena itu, upaya memulihkan atau meningkatkan kepercayaan pengguna jalan kepada para penegak hukum adalah langkah jitu. Tentu harus dibuktikan dengan seksama dan secara terus menerus. Setuju? (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 24 Oktober 2016 11:44

    Josss mbah. Semoga petugas kepolisian semakin profesional.

    BTW, rekrutmennya juga harus dibenerin, karena banyak cerita miring di sini, termasuk pungli lagi.

    • 24 Oktober 2016 13:43

      semoga berjalan lebih transparan, amiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: