Skip to content

Dimas Kian Semangat Setelah Memenangi Kompetisi di Jepang

24 Oktober 2016

ahm_1a

MEMENANGI kompetisi tingkat internasional tentu memiliki sensasi tersendiri. Selain kebanggaan, imbas menjadi juara internasional bisa menimbulkan beragam perasaan.

“Saya tambah semangat dan yakin untuk bisa lebih maksimal dalam berbagi ilmu dan keterampilan kepada masyarakat Indonesia,” ujar Dimas Satria Kelana Putra, dalam publikasinya yang saya terima di Jakarta, Senin, 24 Oktober 2016.

Dimas menggaet juara kedua The 17th Safety Japan Instructor Competition yang berlangsung 20-21 Oktober 2016, di Suzuka Circuit Traffic Education Center, Jepang. Ajang ini diikuti oleh 30 peserta dari 9 negara yaitu Australia, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, dan Vietnam.

Dimas adalah salah satu dari tiga instruktur safety riding binaan PT Astra Honda Motor (AHM). Dia yang bertanding di kelas 125cc berhasil menuntaskan kompetisi dengan meraih posisi kedua. Sedangkan dua instruktur lainnya, yaitu I Gusti Agung Budi Dharma yang tampil di kelas 400cc serta M Adi Sucipto di kelas 750 cc berhasil menempati posisi lima terbaik.

“Mereka ini akan berada di garda terdepan dalam melatih dan mengedukasi masyarakat dalam hal keselamatan berkendara. “ujar GM Marketing Planning and Analysis AHM A Indraputra, dalam publikasi yang sama.

Menurut dia, setiap tahun instruktur safety riding yang AHM kirim ke kompetisi selalu berhasil meraih prestasi di ajang kompetisi safety riding antar instruktur dari berbagai negara tersebut. Dia berharap konsistensi ini dapat dipertahankan untuk menjaga prinsip Satu Hati Selamat di Jalan sehingga budaya keselamatan berkendara dapat terus berkembang di Tanah Air.

Oh ya, kompetisi itu menilai pengetahuan dan pemahaman peserta tentang keselamatan jalan dan ketrampilan dalam berkendara. Hari pertama kompetisi para peserta dihadapkan dengan ujian teknik pengereman (braking). Pada sesi tersebut, peserta harus mampu mengendalikan motor pada kecepatan tertentu dan melakukan pengereman dan berhenti sesuai jarak yang telah ditentukan tanpa membuat roda terkunci dan tanpa engine brake. Setelah itu dilanjutkan dengan slalom course. Peserta dituntut dapat menguasai dengan cepat lintasan khusus yang baru mereka ketahui saat hari kompetisi berlangsung.  Selain itu, mereka juga tidak dibolehkan menyentuh pembatas jalur, cone dan memijakan kaki saat bermanuver. Tes selanjutnya adalah tes tertulis tentang penguasaan materi keselamatan berkendara.

Hari Kedua kompetisi setiap peserta melakukan uji keseimbangan dalam berkendara atau narrow plank. Peserta diwajibkan melintasi papan titian dengan kecepatan tertentu tanpa berhenti atau menurunkan kaki. (edo rusyanto)

foto: dok AHM

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: