Skip to content

Menikmati Gudeg di Hotel dengan Patung Memesona

16 Oktober 2016

gudeg-ambarukmo-gerai

PARA pelancong yang berkunjung ke Kota Yogyakarta tak perlu risau untuk urusan penginapan. Kota Gudeg ini menyodorkan banyak jenis penginapan. Mulai kelas melati hingga bintang lima skala interbasional.

Setiap penginapan punya banderol masing-masing. Ada yang di bawah Rp 300 ribu, tapi juga ada yang di atas Rp 1 juta per malam. Makin dalam kocek dirogoh, makin lengkap fasilitas yang direngkuh dengan layanan skala internasional.

Terlepas dari hal itu kenyamanan menjadi kata kunci bagi banyak pelancong dalam memilih penginapan. Rasa nyaman dapat hadir dari pelayanan, fasilitas hingga arsitektur maupun interior yang disodorkan oleh penginapan. Walau, soal selera juga tak dapat diabaikan.

Soal menu makanan termasuk yang melengkapi kenyamanan seseorang bermalam di suatu penginapan. Salah satu makanan khas Yogyakarta yang bisa menggoyang lidah adalah gudeg. Saya termasuk yang terpincut oleh kuliner yang berbahan pokok nangka itu. Tak pelak ketika singgah ke Kota Pelajar tersebut saya selalu menyempatkan diri mencari sang gudeg.

img_20161008_074659

Ketika baru-baru ini mendapat tugas ke kota berusia 290 tahun itu perburuan gudeg pun dimulai. Tanpa perlu berputar jauh ternyata hotel tempat kami menginap menyajikan gudeg di dalam menu sarapan pagi. Mujur deh.

Menu gudeg dibuatkan tempat tersendiri. Seorang perempuan berseragam hotel sudah siap melayani tamu yang hendak menyantap gudeg. Kelezatannya benar-benar menggoyang lidah. Apalagi gudeg yang disajikan cukup lengkap. Selain krecek, telur, juga ada ayamnya. Plus, nasi merah. Lidah pun bergoyang.

“Kami menyediakan gudeg khusus untuk sarapan pagi,” ujar sang perempuan tadi.
Selain makanan khas Yogyakarta, di hotel ini juga terdapat sajian jamu tradisional. Pagi itu saya melihat sekaligus menikmati segelas jamu beras kencur dengan jeruk nipis. “Atau, mau coba jamu yang lain mas?” sapa perempuan muda pelayan jamu kepada saya.

patung-perempuan-dan-kendi-royal-ambarukmo

Jadilah pagi itu menjadi istimewa. Saya memilih lokasi sarapan di bagian luar restoran persis di tepi kolam renang Royal Ambarukmo. Warna biru air kolam renang kian asri terpadukan oleh hijaunya pepohonan dan rumput yang mengitari kolam.

Di sisi kolam yang bersebelahan dengan restoran itu ditempatkan sejumlah patung yang cukup menggoda perhatian. Setidaknya ada tiga tema patung. Ada patung anak kecil sedang bermain. Lalu, ada patung anak kecil sedang bercengkerama dengan ibunya. Dan, yang cukup menyita perhatian adalah patung gadis yang sedang membawa kendi. Sang gadis tanpa penutup bagian atas tubuh.
Royal Ambarukmo memang menarik.

Selain menu restorannya yang pas di lidah, arsitektur dan desain interiornya mengusung tema tradisional Jawa yang kental. Lokasinya yang di dekat Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta membuat hotel bintang empat ini tergolong strategis.

Di bagian kanan hotel terkoneksi dengan Ambarukmo Plaza, yakni pusat perbelanjaan yang cukup lengkap. Para tamu cukup berjalan kaki untuk menjangkau plaza itu. Di antara hotel dan plaza terdapat pendopo yang cukup terkenal, yakni Pendopo Ambarukmo.

Oh ya, bagi tamu yang ingin mencicipi kendaraan khas Yogyakarta, di bagian kanan bangunan hotel tersedia andong lengkap dengan kusirnya. Andong dengan kuda sebagai penariknya dilengkapi dengan kusir yang memakai pakaian khas Jawa. “Biasanya saya melayani para tamu yang hendak berkeliling,” ujar sang kusir, saat berbincang dengan saya, baru-baru ini. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: