Skip to content

Nabrak 3 Motor, Mikro Bus Dihentikan Pohon Mangga

14 Oktober 2016

bus-terbalik-di-sulsel

Foto: Ilustrasi kecelakaan bus di Sulawesi Selatan

PENGEMUDI tak mampu mengendalikan mikro bus di jalan yang menurun dan menikung. Tabrakan pun terjadi. Tidak tanggung-tanggung, tiga motor sekaligus dihantam mikro bus. Korban pun bertumbangan, satu meninggal dunia dan dua orang luka-luka.

Dua korban luka adalah ibu dan anaknya. Kala itu, korban yang juga menjadi saksi kecelakaan itu sedang di rumah membuat bubur bayi untuk menyuapi anak saksi. Dia pun kemudian menggendong anak keluar rumah, setiba di depan rumah tiba-tiba badan sang ibu terdorong/terbentur oleh benda kemudian jatuh tersungkur dan tidak sadar beberapa saat. Setelah itu, sang ibu bingung mencari anaknya yang terlepas dari gendongan.

Benda yang menyeruduk ibu dan anak itu adalah mikro bus yang dikemudikan, Sarmin, sebut saja demikian. Mikro bus itu diduga lepas kendali karena rem tidak berfungsi dengan baik. Selain menabrak tiga sepeda motor, mikro bus juga menabrak bangunan teras rumah dan warung kios.

“Bus baru berhenti setelah menabrak pohon mangga,” tulis berkas putusan pengadilan yang saya baca, di Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, korban tewas adalah pesepeda motor. Naas, ketika pengemudi membanting stir ke kanan jalan, sepeda motor justeru berada di posisi yang tidak menguntungkan. “Bus dibanting ke kanan karena di sisi kiri banyak orang berkerumun,” ungkap dokumen tersebut.

Terkait kondisi rem bus, pihak manajemen bus menyatakan, sebelum bus berangkat, bus sudah dicek dan kondisinya baik. “Rem juga berfungsi dengan baik,” tegas manajemen.

Peristiwa sudah terjadi. Vonis hakim pun telah dijatuhkan, yakni pidana penjara satu tahun tiga bulan. Lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa yang membidiknya dengan pidana penjara dua tahun.

Sarmin dikenai pasal 310 ayat (4) Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal tersebut tergolong cukup berat mengingat sanksinya adalah penjara maksimal enam tahun dan/atau denda Rp 12 juta.

Satu lagi fakta bahwa kecelakaan berdampak luas. Tak semata menimbulkan kerugian material maupun korban luka serta meninggal dunia. Lebih dari itu bisa menyeret pelaku ke balik jeruji penjara. Kita hanya bisa memangkas fatalitas, tentu saja lewat ikhtiar lewat berlalulintas jalan yang aman dan selamat. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: