Skip to content

Sebelum Tabrakan, Pesepeda Motor Ini Minum Alkohol

13 Oktober 2016

garis-polisi-awan1

KECELAKAAN lalu lintas jalan selalu menyakitkan. Bagi pesepeda motor, risiko berkendara di jalan raya cenderung lebih besar ketimbang mereka yang mengendarai mobil. Maklum, secara alamiah, roda dua cenderung lebih mudah tergelincir atau terjatuh.

Kemampuan menstabilkan si roda dua butuh konsentrasi tinggi. Nah, salah satu perusak konsentrasi amat mungkin adalah meminum alkohol sebelum berkendara. Fakta yang dialami Kispikan, sebut saja begitu, membuktikan teori tersebut. Dia tak mampu mengendalikan sepeda motornya sehingga menabrak orang lain.

Pria muda itu menabrak pesepeda motor lain ketika melaju di jalan raya. Malam yang merangkak menuju pagi dapat menggoda pengendara memacu kuda besi melaju dalam kecepatan tinggi. Saat itulah kemampuan mengantisipasi situasi bisa menurun. Apalagi bila sang pengendara dibawah pengaruh alkohol.

Buntut dari menabrak pesepeda motor itu tak semata membuat korban luka-luka maupun kendaraan menjadi rusak. Pelaku mesti merogoh kocek untuk membiayai pengobatan dirinya maupun sang korban. Bahkan, bisa jadi menyeret pelaku ke meja hijau hingga meringkuk di balik jeruji penjara.

Kispikan mengalami hal itu. Setelah melalui proses pengadilan, majelis hakim memvonisnya pidana penjara 12 bulan. Vonis itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa yang membidiknya dengan pidana penjara 15 bulan. Sekali lagi, kecelakaan berdampak luas.

Di negara kita, setiap hari setidaknya ada tiga kasus kecelakaan yang dipicu oleh pengendara yang terpengaruh alkohol.

Data Korlantas Mabes Polri memperlihatkan bahwa pemicu kecelakaan jenis itu menyumbang sekitar 1% terhadap total kecelakaan lalu lintas jalan pada 2015.

mabuk-iklan-dan-laka
Berkendara dalam pengaruh alkohol lebih mematikan dibandingkan berkendara dalam kondisi setelah meminum obat atau dalam tekanan psikologis. Bahkan, lebih mematikan dibandingkan dengan berkendara dalam keadaan sakit.

Perhatian Dunia

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebagian besar pengemudi dewasa berisiko lima kali lebih besar terlibat kecelakaan bila darahnya mengandung alkohol 0,1 g/dl. Menurut WHO, tingkat konsentrasi alcohol dalam darah (blood alcohol concentration/BAC) yang berisiko memicu kecelakaan berkisar 0,05-0,1 g/dl.

Tak heran jika 176 negara anggota WHO memiliki aturan yang melarang pengemudi menyetir saat mabuk. Salah satu yang memiliki aturan itu adalah Indonesia.
Di negara kita, hal itu diatur dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) khususnya dalam pasal 106 ayat (1). Pasal itu menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Penjelasan mengenai penuh konsentrasi di pasal itu merinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lazimnya sebuah aturan, seabrek sanksi sudah menanti. Coba saja lihat pasal 283 UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ. Disitu ditegaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 13 Oktober 2016 11:09

    dan tetap saja masih ada pihak yg kontra saat regulasi pengendalian minuman berlakohol ditegakkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: