Skip to content

Penampakan Sepeda di Tengah Gemuruh Kendaraan Bermotor

12 Oktober 2016

sepeda-yogya-2016-siswi3

YOGYAKARTA memang penuh cerita. Bukan hanya soal keramahtamahan warganya, tapi juga kehidupan jalan rayanya.

Tahun 2016, saya sempat dua kali berkunjung ke ibukota provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Dua kali pula saya menyaksikan gemuruh kendaraan bermotor di sudut-sudut kota. Sepeda motor menjadi kendaraan yang dominan. Tua dan muda asyik mahsyuk menunggang si kuda besi.

Kota berumur 290 tahun itu memang terus menggeliat. Naiknya daya beli warga kota bisa terlihat salah satunya di jalan raya. Banyaknya kendaraan bermotor bisa mengindikasikan daya beli kian bertambah.
Di sisi lain, meruyaknya kendaraan pribadi, baik itu sepeda motor maupun mobil, mengindikasikan angkutan umum masih belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan bermobilitas warga kota. Yogyakarta punya bus kota, taksi, andong hingga becak. Namun,  tampaknya kesemua itu belum cukup. Pilihan pun jatuh ke kendaraan pribadi.

“Sekarang malah ada angkutan online,  baik itu motor maupun mobil,” ujar seorang sopir taksi saat berbincang dengan saya,  baru-baru ini.

Khusus angkutan online berupa mobil,  tambah dia,  masih belum kentara. Namun, sepengetahuan dia angkutan jenis itu sudah terdeteksi. Warga disodori angkutan berbasis aplikasi.

Sedangkan soal becak, saya menjumpai di beberapa lokasi. Oh ya,  ada becak kayuh seperti yang saya jumpai di kawasan Stasiun Tugu.  Dan,  ada becak motor seperti yang saya lihat di kawasan alun-alun kota di sekitar keraton. Becak konvensional ditempeli mesin sepeda motor.

“Sekarang sudah banyak becak motor.  Tarifnya beragam tergantung jarak tempuh,” papar seorang warga.

Nah, di tengah gemuruh kendaraan bermotor, saya sempat menjumpai sepeda kayuh di tengah kota. Seorang pelajar berseragam pramuka tampak melenggang diantara kepungan kendaraan bermotor. Lazimnya pelajar,  siswi berhijab itu juga membawa tas yang ditaruh di punggung.

Pelajar yang saya perkirakan siswi sekolah menengah pertama (SMP) itu tampak dengan tenang mengayuh sepeda. Dia tak terusik oleh gemuruh kuda besi maupun gerobak besi. Remaja SMP sudah barang tentu merupakan kelompok yang belum memenuhi syarat usia minimal penerima surat izin mengemudi (SIM).

Regulasi yang berlaku saat ini,  yaitu UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengatur soal SIM. Salah satunya soal syarat usia minimal untuk SIM C,  yakni bagi pesepeda motor, usia 17 tahun. Mayoritas usia pelajar SMP berkisar 13-15 tahun.

Orang tua yang memberikan anaknya sepeda kayuh termasuk kelompok yang logis. Selain itu, termasuk yang sayang anak. Di sisi lain, memfasilitasi alat bagi anak untuk berolahraga. Sekaligus ikut menumbuhkan kecintaan pada kendaraan yang ramah lingkungan.

Sangat mungkin mereka adalah orang tua yang memprioritaskan keselamatan anak di bawah umur ketika berlalulintas jalan. Tidak mengizinkan anak di bawah umur untuk berkendara, baik mobil maupun sepeda motor, esensinya adalah soal keselamatan jalan. Maklum,  fakta memperlihatkan masih meruyaknya anak-anak di bawah umur sebagai korban maupun pelaku kecelakaan di jalan. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 12 Oktober 2016 00:46

    Kadang ber fikir ,” koq berani ya mereka (pesepeda) “.

  2. 12 Oktober 2016 10:51

    Sepeda kayuh itu memang “domain”nya pelajar/ anak sekolah.

    Lah kok sekarang sepeda malah jadi “lifestyle”
    *ngelirik klub gowes bapak-bapak tiap weekend

    Sementara komunitas “bike to work” juga terkesan hilang gaungnya (mungkin saya yg kurang update)

  3. 12 Oktober 2016 13:05

    Sehat.. bike to school

  4. Eva Diana permalink
    13 Oktober 2016 03:37

    Saya suka berita dari viva, bahasanya mudah di pahami.. semoga selalu memberikan bacaan yang bermanfaat bagi pembaca nya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: