Skip to content

Gara-gara Nabrak Motor dari Samping Dituntut Tiga Tahun

11 Oktober 2016

garis-polisi-awan1

KITA para pesepeda motor tak boleh lengah sedikitpun. Di jalan raya, konsentrasi menjadi kata kunci.

Bukan apa-apa, lengah sedikit tak semata menjadi korban, tapi juga bisa menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan. Banyak fakta bertebaran, sudah menderita kerugian barang dan luka-luka, tapi juga harus mendekam di balik jeruji penjara.

Peristiwa yang dialami Radiksa, kita sapa saja demikian, bisa menjadi salah satu fakta sekaligus pembelajaran bahwa kecelakaan berdampak amat luas. Radiksa tak pernah menyangka kalau kejadian senja itu bakal berbuntut panjang. Perjalanannya naik sepeda motor berujung pada petaka.

Senja itu sepeda motornya melaju dengan kecepatan rendah, yakni sekitar 40 kilometer per jam (kpj). Mengingat jalan yang dilintasinya tidak memiliki garis pemisah, padahal untuk melintas kendaraan dari dua arah, dia agak ke kanan. Dari jarak sekitar tak lebih dari 100 meter, datang pesepeda motor lain dari arah berlawanan.

Saksi melihat Radiksa agak sedikit oleng ke kanan. Korban yang membaca gelagat tidak baik menghentikan kendaraannya, namun motor Radiksa terus melaju dan akhirnya menabrak sepeda motor korban.

Korban dan pelaku sama-sama menderita luka patah pada bagian kaki. Belakangan, Radiksa menjadi pesakitan. Dia dituduh lalai saat bersepeda motor sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban luka berat. Radiksa dibidik dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 310 ayat 3.

Hampir satu tahun sejak kejadian Radiksa mencoba mencari keadilan. Maklum, di tingkat pengadilan negeri dia dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp 5 juta, walau vonis majelis akhirnya berupa pidana penjara satu tahun dan denda Rp 3 juta.

Perjalanan mencari keadilan pun bergulir hingga tingkat kasasi. Akhirnya, pihak Mahkamah Agung mengadili sendiri dengan vonis pidana penjara selama enam bulan.

Sekali lagi, peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita bahwa kecelakaan bisa berdampak luas. Konsentrasi menjadi harga mati. Lengah sekali saja bisa panjang urusannya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 11 Oktober 2016 22:38

    Wah benar sekali mas. Sangat pembelajaran ini nih. Kadang-kadang lengah sedikit resiko berjibun datang. Saya pernah kecelakaan karena menghayal. Hehe beruntung diselesaikan dengan damai-damai. Tapi dompet langsung kering seketika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: