Skip to content

Kisah Sepotong Roti, Tongkat, dan Uang Rp 300 Ribu

9 Oktober 2016

penumpang-protes-delay-garuda3

LANGIT mulai tampak mendung. Suasana Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta tampak ramai oleh calon penumpang maupun penumpang yang baru saja mendarat.

Saya memilih untuk santap siang sambil menunggu waktu keberangkatan yang sesuai tertera di tiket sekitar pukul 15.00 wib. Lokasi makan siang dipilih di kedai makan yang berada persis di dekat pintu keberangkatan bandara yang dulunya bernama Maguwo tersebut.

Sabtu, 8 Oktober 2016 siang itu saya berencana terbang dari Yogyakarta menuju Jakarta usai menjalani pekerjaan kantor.

Usai santap siang dan cek in di counter maskapai Garuda Indonesia, saya duduk di ruang tunggu bandara. Kursi yang tersedia belum semuanya terisi. Calon penumpang tampak asyik dengan kesibukannya masing-masing. Mulai dari yang ngobrol, membaca hingga mereka yang asyik menonton tayangan televise yang terpasang di ruang tunggu.

Tak berapa lama kemudian hujan mulai mengguyur kawasan bandara. Langit terlihat gelap dan suara halilintar saling bersahutan. “Wah bakal ada delay nih, ” gumam saya dalam hati.

Perasaan berkecamuk mengingat saya ada janji untuk menjadi pembicara dalam diskusi soal road safety di Cipete, Jakarta Selatan. Bila tidak ada delay, semestinya aman-aman saja mengingat acara berlangsung mulai pukul 19.00 wib dan saya sudah tiba sekitar pukul 16.00 wib. Maklum, penerbangan Yogyakarta ke Jakarta tak lebih dari 60 menit.

pesawat-cuaca-buruk-yogya3

“Dengan alasan cuaca, pesawat Garuda GA 210 dari Jakarta dialihkan ke Surabaya,” tiba-tiba terdengar suara perempuan petugas bandara lewat pengeras suara yang membuyarkan lamunan saya.

Menurut petugas berseragam Garuda, pesawat itu adalah yang akan menerbangkan kami dari Yogyakarta menuju bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Artinya, dapat dipastikan kedatangan saya ke Jakarta akan tertunda. Apalagi kemudian diumumkan penutupan sementara bandara lantaran cuaca buruk. Jadilah belasan penerbangan beragam jurusan pun tertunda.

garuda-dialihkan-billboard3

Setelah sempat ditutup sementara sejak pukul 15.00 Wib, Bandara Yogyakarta kembali dibuka untuk penerbangan ke berbagai kota, pada sekitar pukul 16.15. “Para penumpang pesawat Batik Air tujuan Jakarta diharap naik ke pesawat, ” ujar petugas bandara Yogyakarta, Sabtu sore.

garuda-delay-service-roti2

Pesawat Batik Air itu akhirnya terbang sekitar pukul 16.26 Wib. Begitu juga dengan pesawat Wing Air tujuan Bandung. Sementara itu, pesawat Citilink tujuan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta juga kemudian terbang setelah sempat tertunda. Ketika itu cuaca masih gerimis di kawasan bandara Yogyakarta.

Dua jam menunggu pesawat kami tiba, pihak Garuda akhirnya membagikan kudapan dan satu gelas air minum dalam kemasan. Satu roti berukuran mini akhirnya menemani waktu menunggu pesawat yang hingga empat jam belum juga kunjung datang.

penumpang-bandara-yogya-numpuk3
Di bagian lain saya coba menjelaskan posisi saya kepada panitia diskusi di Jakarta. Berat hati rasanya memaparkan kondisi yang ada. Diskusi itu semestinya menghadirkan dua pembicara. Salah satunya saya. “Kunci konten acara ada ama eyang soalnya,” sergah bro Jayadi, penyelenggara diskusi, dalam pesan tertulis WA, sabtu petang.

Hingga jam jadwal diskusi di Jakarta dimulai, saya masih terdampar di bandara Yogyakarta bersama ratusan calon penumpang lainnya. Penumpang ada yang menuju ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, hingga Lombok. Mereka yang tidak kebagian kursi sebagian berdiri dan sebagian lainnya duduk di lantai ruang tunggu bandara. Sebagian lainnya duduk di gerai makanan dan minuman yang ada di area ruang tunggu bandara Yogyakarta.

Memasuki pukul 20.00 wib penumpukan calon penumpang perlahan mulai mencair. Namun, ada-ada saja barang mereka yang tertinggal di ruang tunggu. Ada yang ketinggalan kue bakpia, jam tangan, tablet gadget, bahkan ada yang ketinggalan tongkat. Duh.

Ketegangan menjalar di tubuh kami para penumpang Garuda GA 211 ketika sekitar pukul 21.00 WIB diumumkan bahwa karena alasan teknis, pesawat baru akan diberangkatkan pada pukul 22.15 WIB. Artinya, sekitar tujuh jam delay yang dialami para penumpang.

garuda-ga-211-yogya-jkt3

Sontak, belasan penumpang berbondong-bondong menuju meja petugas Garuda di gate 1. Mulai dari penumpang warga negara Indonesia hingga penumpang asing. Berondongan pertanyaan, persisnya ungkapan kekesalan, berhamburan ke arah petugas berseragam hijau Garuda.

“Mestinya Garuda beri kompensasi makan dan uang Rp 300.000 kepada penumpang,” ujar Setyoningsih, seorang penumpang kepada Agus, pria berseragam Garuda, Sabtu sekitar pukul 21.00 wib.

Sang petugas tadi mencoba menjelaskan bahwa ada persoalan cuaca dan kemungkinan masalah teknis sehingga membuat terjadinya delay.

“Tadi dalam pengumuman disebutkan juga karena ada masalah teknis, maka penerbangan ditunda lagi jadi jam 10 nalam. Garuda harus tanggung jawab sesuai aturan, kami tidak mengada-ada,” ujar perempuan berhijab itu.

Belum lagi penjelasan dikeluarkan oleh pria berseragam tadi, ada penumpang pria yang meminta penjelasan dan tanggung jawab.

“Kami sudah lebih dari enam jam. Ada apa sebenarnya ini jangan ditutup-tutupi,” sergah pria tadi.

Penumpang yang lain pun meminta penjelasan serupa termasuk meminta tanggung jawab. Sepanjang tujuh jam para penumpang diberi sepotong roti dan segelas air minum dalam kemasan.

“Inikan ada masalah cuaca juga. Kalau memang ada faktor teknis kami siapkan uang kompensasi Rp 300.000 kepada setiap konsumen,” jelas seorang petugas Garuda bernama Agus.

Akhirnya para penumpangpun diberi kompensasi Rp 300.000 per orang atas keterlambatan sekitar tujuh jam. Terimakasih Garuda.

Pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 23.15 WIB. Permukaan landasan bandara tampak masih basah karena guyuran hujan. Ada perasaan lega, walau sempat gusar. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. Sno permalink
    11 Oktober 2016 03:58

    Saya penumpang GA 211 ga dpt tuh kompensasi 300rb, ada 2 org penumpang lainnya yg jg tdk mendapat kompensasi uang. Kami diarahkan ikut penerbangan GA 219 pada jam 21.00 saat menanyakan janji petugas yg mengatakan sekitar jam 20.00 dijamin GA 211 akan diberangkatkan dari Jogja krn tiba dari Surabaya sekitar 19.30 sebab sekitar jam 19.00 saat kmi tanyakan pesawat sdh terbang dan saat itu sdh berada di solo. Petugas GA di jakarta menyatakan tdk bertanggungjawab atas kompensasintsb krn delay disebabkan oleh cuaca dan petugas GA di Jogja jg tdk menyinggung sedikitpun mengenai uang atau memberikannya saat kami diarahkan check in jam 21.00 krn mendesak menanyakan pesawat yg blm jg dtg tanpa mereka bs menjelaskan alasan keterlambatannya

  2. 11 Oktober 2016 09:45

    nah, situasi menjadi berubah ketika muncul pengumuman lewat pengeras suara bahwa karena alasan teknis keberangkatan GA 211 diundur ke 22.15 WIB.
    btw, trims infonya.

  3. 11 Oktober 2016 11:58

    Klo untuk jd pembicara kan bisa mnt sm panitia untuk memakai videocall kaleeee
    Helllooooooo udh jaman technology gni otak lo dmn???
    Hp yg lo pake kan bisa buat videocall
    Jd lo jg bisa jd pembicara di acara tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: