Skip to content

10 Proyek Transportasi yang Bakal Ubah Wajah Jabodetabek

4 Oktober 2016

touring jkt jogja 2016_bekasi macet1

Greater Jakarta. Kira-kira begitu sebutan untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Ada sekitar 25 juta penduduk yang bermukim di kawasan tersebut.

Di kawasan ini pula perputaran uang demikian tinggi, bahkan bisa dibilang terbesar di Indonesia. Tak heran jika setiap hari pergerakan orangnya amat tinggi, yakni mencapai 47,5 juta. Sudah pasti kesemua itu membutuhkan infrastruktur dan suprastruktur transportasi.

Jakarta masih menjadi magnet bagi kota-kota disekelilingnya. Jutaan orang tiap hari datang dan pergi. Mulai dari yang sekadar beranjangsana hingga mengais rezeki.

Tahukah kita bahwa kini berlangsung pembangunan infrastruktur transportasi yang bakal mengubah wajah Jabodetabek? Puluhan triliunan rupiah, bahkan lebih, digelontorkan untuk menata perjalanan orang dan barang. Mari kita lihat satu per satu.

1. Megaproyek MRT
Mass rapid transit alias MRT adalah barang baru bagi transportasi publik Jakarta. Kini, pembangunan tahap satu, yakni rute Lebak Bulus (Jakarta Selatan) menuju Bundaran HI (Jakarta Pusat) dalam pengerjaan.
Kelak, ketika beroperasi pada 2018, MRT rute ini menautkan perjalanan warga Jakarta dari pinggiran ke tengah kota dan sebaliknya. Tentu, juga mengangkut para urban dari Bogor, Tangerang, dan Depok yang biasa masuk dari simpul Jakarta Selatan khususnya dari arah Lebak Bulus dan sekitarnya.
Angkutan berbasis rel senilai 75 miliar yen itu bakal melintas di atas dan di bawah permukaan tanah. Kehadiran angkutan moderen ini menempatkan Jakarta lebih sejajar lagi dengan kota-kota besar di dunia seperti Tokyo, New York, atau Singapura.

2. LRT Adhi Karya
Angkutan umum massal yang juga tergolong baru bagi Jakarta adalah kereta ringan (light rail train/LRT). Ada tiga rute yang kini dalam pembangunan oleh badan usaha milik negara (BUMN) PT Adhi Karya Tbk. Rute yang paling menonjol adalah Cibubur-Cawang, keduanya di Jakarta Timur.
Proyek senilai tak kurang dari Rp 30 triliun itu ditargetkan seluruhnya beroperasi pada 2019. LRT berjalan di jalur permukaan tanah, persisnya di atas pilar-pilar beton yang dibangun di kiri area jalan tol. Misal, rute Cibubur-Cawang melintas berdampingan di jalan tol Jagorawi.
Mirip dengan MRT, angkutan ini juga mengangkut warga pinggiran ke tengah Jakarta. Termasuk, para urban yang tinggal di pinggiran Bogor dan Depok.

3. LRT Jakarta
Angkutan ini disebut LRT Jakarta karena dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rutenya berada di dalam kota dan kelak ditautkan dengan LRT Adhi Karya maupun angkutan umum massal lainnya seperti bus Trans Jakarta.
Pada kuartal tiga 2016, proyek LRT Jakarta belum menampakan pembangunan fisik. Berbeda dengan MRT dan LRT Adhi Karya yang memang digawangi pemerintah pusat.

mrt-jakarta-desain1

4. Enam Tol Dalam Kota Jakarta
Jika MRT dan LRT adalah moda transportasi mutakhir, enam ruas tol dalam kota Jakarta adalah infrastruktur bukan baru bagi kota berusia 467 tahun itu. Kini, Jakarta memiliki sejumlah ruas tol. Ada tol dalam kota dan tol lingkar luar Jakarta.
Penambahan enam ruas tol bukan tanpa alasan. Pergerakan kendaraan perlu diakomodasi. Tol merupakan infrastruktur paling mujarab dalam memfasilitasi pergerakan kendaraan bermotor, khususnya kendaraan pribadi berupa mobil. Maklum, hingga tahun 2016, sepeda motor tidak diizinkan melintas di jalan tol Jakarta.
Tol Becakayu menjadi pionir enam ruas tol anyar itu. Becakayu menghubungkan Bekasi dengan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Kini, tol itu dalam pembangunan dan diharapkan beroperasi dalam dua tahun mendatang.
Oh ya, enam ruas tol itu bakal menyerap investasu setidaknya Rp 46 triliun. Dahsyatkan nilainya? Hampir setara satu tahun APBD DKI Jakarta.

5. Tol JORR 2
Masih seputar proyek jalan tol, kini juga sedang dikembangkan tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) versi dua. Tol ini menautkan bagian barat Jakarta dengan bagian selatan dan timur.
Tangerang, Jakarta, dan Bekasi kian terpaut erat ketika tol ini rampung secara keseluruhan. Jalur Cinere, Cimanggis hingga Cibitung bakal tersambung oleh tol ini. Secara teknis tol ini juga disambungkan dengan tol yang sudah ada lebih dulu, yakni Jagorawi dan Jakarta-Cikampek.

6. Tol Ciawi-Sukabumi
Masih seputar jalan tol. Ada proyek lain yang bakal mengubah wajah Jabodetabek. Proyek tol Ciawi (Bogor)-Sukabumi adalah salah satunya. Kelak tol ini tersambung dengan tol Jagorawi yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi.

lrt-cibubur-2016c
7. Kereta Komuter
Target peningkatan daya angkut kereta komuter hingga satu juta penumpang per hari merupakan proyek lain pengubah wajah Jabodetabek. Prasyarat peningkatan daya angkut tentu saja penambahan gerbong yang membutuhkan biaya tak sedikit.

8. Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Ketija proyek kereta cepat mencuat banyak pertanyaan muncul. Apa kefaedahannya. Maklum, Jakarta-Bandung saat uni sudah terpaut dengan jalan tol dan kereta api existing.
Namun, kelak kehadiran kereta cepat itu akan mengubah wajah Jabodetabek secara drastis. Maklum, inilah megaproyek yang merekatkan Jakarta dengan bagian timur, yakni Bekasi.

9. APM Kawasan Industri
Sebuah proyek transportasi sedang dirancang untuk menyinkronkan kawasan industri yang ada di timur Jakarta. Kawasan ini membentang dari kabupaten Bekasi (Cikarang), Karawang hingga Cikampek. Proyek itu disebut automated people mover alias APM.
Proyek yang diinisiasi Lippo Group itu ditaksir menghabiskan US$ 300 juta. Secara teknis kini dalam tahap studi kelayakan, sedangkan pembangunannya ditargetkan beroperasi pada 2019.

10. Pengembangan Trans Jakarta
Pemanfaatan angkutan umum massal berbasis jalan berupa bus Trans Jakarta kian diperluas. Jumlah armada pun terus diperbanyak. Sejak 2004 hingga kini setidaknya terdapat 1.000-an bus.

Pembenahannya tak semata untuk manajemen dan jumlah armada. Kini, berlangsung pembangunan jalan layang non tol untuk bus Trans Jakarta dari kawasan Tendean, Jakarta Selatan ke Ciledug, Tangerang Selatan. Proyek senilai tak kurang dari Rp 2 triliun itu menambah aksesibilitas warga Tangerang, Banten ke Jakarta atau sebaliknya. Dan, sudah barang tentu warga Jakarta itu sendiri. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. Heru gunawan permalink
    4 Oktober 2016 13:50

    Mudah mudahan bermanfaat buat rakyat indonesia umum nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: