Skip to content

Target Ambisius Memindahkan 60% Perjalanan ke Angkutan Umum

30 September 2016

busway-dan-padatnya-arteri-harmoni

ADA cita-cita besar dan beraroma cukup ambisius dari pemerintah, yakni memindahkan 60% perjalanan orang di Jabodetabek ke angkutan umum. Saat ini, ada 47,5 juta perjalanan di kawasan berpenduduk 20 jutaan jiwa itu.

Jangan kaget bahwa kontribusi angkutan umum, saat ini, baru berkisar 15-24% terhadap total perjalanan tadi. Artinya, mayoritas perjalanan masih menggunakan kendaraan pribadi. Entah itu menggunakan mobil atau sepeda motor.

Salah satu pengguna kendaraan pribadi adalah saya. Mayoritas aktifitas keseharian menggunakan sepeda motor. Dalam sepekan penggunaan angkutan umum maksimal dua hari. Rata-rata dalam sepekan hanya satu hari. Dua alasan masih menggunakan angkutan pribadi adalah karena lebih mangkus dan sangkil.

Nah, balik lagi soal target pemerintah tadi. Hal itu mencuat dari program yang digulirkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Badan itu tidak main-main karena lahir berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 103 tahun 2015 tentang Badan Pengelola Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Bahkan, untuk menambah sepak terjangnya dilengkapi dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 172/2015 tentang Pedoman Penyusuan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

Terkait RITJ, kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga mengatakan, kini, pihaknya dalam tahap uji publik draf RITJ. Uji publik itu bertujuan untuk menerima aspirasi publik terkait rencana pengembangan transportasi kawasan yang merupakan pusat pergerakan ekonomi di Indonesia itu. Uji publik akan selesai pada 7 Oktober 2016 dan selanjutnya diharapkan sudah keluar keputusan presiden untuk RITJ sebelum akhir 2016.

Saat ini, di Jabodetabek kita melihat sejumlah pergerakan pembangunan infrastruktur transportasi. Pembangunan itu mulai dari jalan, jalan tol, jalur kereta api, kereta api ringan (light rail train/LRT), mass rapid transit (MRT) hingga angkutan berbasis jalan seperti bus. Mayoritas dari infrastruktur tadi ditargetkan beroperasi secara penuh pada 2019. Artinya, ketika itu pergerakan orang diharapkan dapat lebih banyak menggunakan angkutan umum massal.

“Tapi, persoalan penggunaan angkutan umum juga masalah seputar mindset,” ujar Suharto, direktur Perencanaan & Pengembangan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dalam diskusi Automated People Mover di East Corridor, di Jakarta, Selasa, 13 September 2016.

Jpeg

Jpeg

Mindset bahwa angkutan umum massal saat ini kurang aman, nyaman, dan selamat harus diubah. Tentu, pararel pembangunan mewujudkan angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terintegrasi, dan ramah lingkungan juga harus berjalan dengan baik.

“Soal integrasi, ada dua yang diintegrasikan, yakni fisiknya dan sistemnya,” tegas dia.

Masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi tentu bukan tanpa alasan. Selain persoalan mindset terkait kondisi angkutan umumnya, juga mindset lebih mangkus dan sangkilnya kendaraan pribadi. Barangkali, juga karena masih tingginya sikap individualistis di tengah masyarakat kita. Barangkali loh. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: