Skip to content

Kepedulian Bikers Ini Patut Ditiru

25 September 2016

img-20160924-wa0032

RASA pilu menyeruak saat membaca, melihat foto dan video banjir bandang Garut, Jawa Barat. Air sungai Cimanuk bagai mengamuk. Melabrak dan melibas benda-benda yang dilaluinya. Nyawa pun bergelimpangan. Semua berduka.

Banjir bandang pada Rabu, 21 September 2016 itu belakangan setidaknya menelan 30 korban jiwa dan belasan orang lainnya dinyatakan hilang. Belum lagi mereka yang menderita luka fisik maupun trauma. Sedangkan kerugian harta benda sudah tak terbilang. Satu lagi potret bahwa bencana alam masih membayangi negeri kita tercinta, Indonesia.

Seingat saya, setidaknya dalam 20 tahun terakhir belum ada banjir seganas September 2016 ini.

Mamang MS menulis, banjir pernah terjadi pada 25 Oktober 1920. Koran De Preanger-bode memberitakan berturut-turut pada 25 dan 26 Oktober 1920. Hujan deras yang melanda Garoet sehari semalam membuat sungai Tjimanoek meluap. Areal pesawahan yang luas di cekungan Tjimanoek terendam. Kolam-kolam ikan dan jembatan-jembatan desa jebol. Ikan-ikan mati tertutup lumpur. Disebutkan, banjir besar pernah pula terjadi pada 20 tahun sebelumnya. Besok harinya dikabarkan jembatan Tjimanoek di Bajongbong jebol. Jalan menuju Pameungpeuk ditutup.

Banjir bandang sungai Tjimanoek pernah pula hampir merusak konstruksi jembatan Leuwidaoen yang sedang dibangun pada tahun 1939.

Ya. Di era kemerdekaan hingga kini, banjir bandang pada 21 September 2016 lalu menjadi peristiwa yang terdahsyat bagi Garut. Peristiwa itu membuat mereka yang terkena bencana amat menderita. Menguras simpati dan empati mereka yang mendengar dan melihat peristiwa itu sekalipun tinggal di belahan kota yang jaraknya puluhan, ratusan, bahkan ribuan kilometer dari lokasi bencana.

img-20160921-wa0011

Ketika saya lontarkan gagasan untuk ikut meringankan berban para korban ke sejumlah pengurus Independent Bikers Club (IBC) Jakarta, mereka merespons. “Boleh bang, kita bantu para korban,” ujar bro Acoy, ketua IBC Jakarta, di Jakarta, baru-baru ini.

Saya pun mengontak kolega yang saya kenal di Garut. Sejumlah orang menginformasikan mengenai situasi, kondisi, dan apa yang dibutuhkan para korban. Maklum, sekitar 400-an orang mengungsi akibat bencana itu.

“Sebaiknya bantuan diberikan berupa barang-barang kebutuhan seperti popok bayi dan kebutuhan makanan,” tutur Donny, warga Garut yang menjadi relawan membantu para korban bencana.

Jadilah para anggota IBC Jakarta urun rembug. Mereka bahu membahu menyisihkan sedikit uang yang dimiliki untuk membantu korban bencana tersebut. Selain itu, uang kas pun dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian kelompok penunggang sepeda motor tersebut. Dalam waktu dua hari terhimpun sekitar Rp 3,75 juta. Bagaimana cara menyalurkannya?

Secara kebetulan, salah satu anggota IBC Jakarta, yakni bro Mamed sedang berada di Garut. Dia sedang meneliti sejumlah obyek wisata di Garut sebagai bagian dari tugas akhir perkuliahannya. “Siyap eyang, saya akan bantu menyalurkan bantuan dari teman-teman IBC,” tuturnya.

Caranya, uang yang terkumpul ditransfer ke rekening kerabat bro Mamed, lalu dibelanjakan sejumlah kebutuhan yang diperlukan para warga. Bantuan disalurkan melalui Posko RW 02 Kel. Suka karya, Gang Dirgahayu, Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut. “Lokasi posko hanya sekitar lima menit dari tempat saya tinggal di Garut,” sergah bro Mamed.

img-20160924-wa0028
Akhirnya, pada Sabtu, 24 September 2016 bro Mamed dibantu bro Donny menginventarisasi barang-barang apa saja yang dibutuhkan. Lalu, mereka membelanjakan uang yang terkumpul tadi.

Bro Mamed menjelaskan, uang donasi yang masuk total Rp 3,75 juta digunakan untuk membeli minyak goreng 4 karton, sarden 4 karton, beras 80 kg, telur 45 kg, pampers 2 lusin, dan pembalut 2 lusin. Bantuan tersebut memang tidak banyak. Namun, IBC Jakarta berharap dapat sedikit meringankan beban para warga yang terkena bencana.

“Terimakasih atas bantuannya kawan-kawan, bantuan ini amat bermanfaat bagi warga,” ujar bro Donny. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: