Skip to content

Bahas Road Safety Bareng Corona Absolut Indonesia

24 September 2016

jasinergicorona1

SUDUT Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur kali ini terasa berbeda. Belasan anak-anak muda duduk bersimpuh di atas lantai. Sesekali mereka menyantap kudapan yang ditemani air minum dalam kemasan.

“Kali ini adalah kopdar anggota se Jabodetabek. Kopdar kami gelar setiap satu bulan sekali,” papar bro Arif, ketua Corona Absolut Indonesia (CAI), saat berbincang dengan saya, Sabtu, 24 September 2016 siang.

Saya hadir atas undangan kelompok pengguna mobil besutan produsen Toyota, Jepang itu. Ketika bro Jeje, dari CAI mengundang saya sekitar sepekan sebelumnya, sempat saya tanyakan, kenapa tertarik membahas isu keselamatan jalan (road safety), dia berujar, “Untuk menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus bekal agar lebih aman dan selamat berlalulintas jalan.”

Jadilah siang itu saya bersama dua kolega dari kelompok Sinergi, yakni bro Djoko dan bro Yogi, menyambangi kopdar CAI yang sudah menyebar di berbagai kota di Jawa dan luar Jawa. Bagi saya dan teman-teman Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) menyambangi komunitas adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk saling berbagi pemahaman dan pengetahuan pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

Kali ini, saya menyodorkan bahasan “Membangun Budaya Keselamatan di Jalan.” Sebuah topik yang terdengar cukup berat di sela kopdar yang juga dihadiri para keluarga anggota CAI.

Perbincangan pun mengalir secara informal. Pijakan pembahasan adalah bagaimana menerapkan perilaku berkendara yang mengusung akal sehat dan nurani. Keadaban kita sebagai manusia kerap diuji saat di jalan raya, termasuk bagaimana tidak terpancing emosi oleh hadirnya perilaku ugal-ugalan.
Alur perbincangan mengalir dua arah. Sesekali mencuat perbedaan pendapat. Lumrah.

“Saya kurang setuju emosi diredam saat berkendara karena sebagai manusia kita pasti emosi saat ketemu orang yang tiba-tiba nyalip seenaknya,” ujar bro Teguh, salah satu anggota CAI.
jasinergiedo1

Sudut pandang itu tidak sepenuhnya benar dan sebaliknya. Namun, akhirnya kami bermuara pada bagaimana sebagai manusia mesti memakai akal sehat dan nurani, termasuk di jalan raya. Akal sehat mengajarkan kita untuk berpikir dan bertindak, salah satunya mentaati aturan dan menghargai sesama pengguna jalan.

Kupasan siang itu juga masuk ke beragam hal, mulai dari menghilangkan kebiasaan berponsel sambil berkendara, hak utama di jalan raya, hingga persoalan ‘polisi tidur’. Soal berponsel, dalam diskusi informal itu dilontarkan risiko dan upaya meredam hasrat berponsel. Berpijak pada data bahwa kontribusi menerima telepon melonjak lebih dari 100% pada 2015, perbincangan kami bermuara pada menunda menerima telepon dan tentu saja seluruh aktifitas berponsel ketika berkendara.

“Walau, kadang terpaksa menerima telepon, terutama dari klien,” sergah bro Arif.

Di bagian lain, soal lampu hazard menjadi sorotan perbincangan. “Kalau saya, pemakaian lampu hazard semestinya ketika kondisi darurat,” tutur bro Djoko.

Perbincangan hangat dalam suasana kekeluargaan nyaris menghabiskan waktu dua jam. Mengingat masih ada agenda dari kopdar CAI kali ini, bro Arif menutup bincang-bincang kali ini dengan menghaturkan terimakasih dan memberkan cendera mata berupa kaos dan stiker CAI.
“Kegiatan ini cukup bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Sementara itu, sebelum ditutup, bro Heri meminta agar dibuatkan kesimpulan dari beragam perbincangan kali ini.

jasinergicoronabareng1
Saya katakan bahwa kesimpulan silakan dibuat masing-masing, namun intinya adalah membangun budaya keselamatan di jalan merupakan bagian dari upaya menghindar atau mengurangi fatalitas kecelakaan. Harapannya, ketika berkendara di jalan raya dapat terhindar dari posisi sebagai obyek, apalagi sebagai subyek kecelakaan lalu lintas jalan. Urusan bisa berantakan dan panjang. Semua bisa mengalami kerugian. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: