Skip to content

Nyaris Diseruduk Perempuan ABG Jakarta

17 September 2016

usia-pelanggar-lalin-jan-ags-16_jkt

SEORANG remaja putri bersepeda motor nyaris menyeruduk saya dari belakang. Sepeda motor skutik yang ditumpangi dua orang itu nyelonong tanpa bisa mengerem dengan sempurna. Keduanya tidak memakai helm.

Peristiwa near miss itu sempat mengagetkan sejumlah pengendara lainnya. Sudah barang tentu termasuk saya, dibuat kaget oleh ulah anak baru gede (ABG) yang saya perkirakan usianya masih belasan tahun. Saat kejadian, sang pengendara hanya cekikikan, seraya berujar dengan nada sedikit berteriak ke temannya yang diboncengin. “Gue nggak bisa ngerem, gue nggak bisa ngerem.”

Near miss. Kejadian itu nyaris membuat celaka sang pengendara dan pengguna jalan yang lain.

Kejadian seperti yang dipertontonkan perempuan ABG Jakarta, beberapa waktu lalu itu memperlihatkan wujud nyata pelanggaran di jalan raya. Khususnya, pelanggaran tidak memakai helm pelindung kepala. Kejadian itu mengingatkan saya pada fakta data di Jakarta dan sekitarnya.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan bahwa mayoritas pelanggar aturan lalu lintas jalan di Jakarta dan sekitarnya adalah mereka yang berusia muda, yakni 10-30 tahun. Kelompok usia itu menyumbang sekitar 38,97%. Angka itu setara dengan 1.200-an pelanggaran per hari.

Rentang usia 10-30 tahun terpaut tipis dengan kelompok usia 31-40 tahun yang menyumbang sekitar 38,70%.

Khusus untuk kelompok usia belia, yakni 10-15 tahun, kontribusinya sekitar 2%. Setiap hari, kelompok usia yang ini melakukan 70-an pelanggaran aturan di jalan.

Oh ya, data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan, kontribusi sepeda motor menyentuh 77,43% terhadap total pelanggaran lalu lintas jalan. Angka itu tercatat untuk periode Januari-Agustus 2016. Setiap hari, rerata ada 2.500-an pelanggaran yang dilakukan pesepeda motor. Miris.

Kontribusi itu melonjak dalam tiga tahun terakhir. Sebagai gambaran. Untuk periode sepanjang tahun 2014, kontribusi sepeda motor baru 71,64%. Saat itu, setiap harinya terjadi 1.700-an pelanggaran. Setahun kemudian, kontribusinya naik lagi, yakni menjadi 74,22%. Angka itu setara dengan 2.100-an pelanggaran per hari. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: