Skip to content

Nyundul Sepeda dari Belakang Dibui Sepuluh Bulan

16 September 2016

garis-polisi-awan1

BERSEPEDA motor di jalan raya memikul dua kemungkinan, yakni menjadi korban atau pelaku kecelakaan. Kedua posisi itu bisa sama-sama menyebabkan pesepeda motor menderita luka-luka.

Perbedaannya, bila sebagai pelaku kecelakaan bisa berujung di hotel prodeo. Sudah menderita luka-luka, masih juga diganjar pidana penjara. Bukan hanya itu, bisa-bisa juga mengeluarkan biaya untuk mengobati luka sang korban, atau setidaknya merogoh kocek untuk pengobatan diri sendiri dan perbaikan atas kerusakan sepeda motor.

Pengalaman Siman, kita sapa saja demikian, dapat menjadi bekal kita para pesepeda motor untuk terus waspada untuk menjaga konsentrasi. Pria muda itu menabrak pesepeda kayuh dari belakang. Kejadian pada suatu petang itu menyebabkan sang pesepeda kayuh meninggal dunia.

Kecelakaan itu menempatkan Siman sebagai tersangka. Dia pun dituntut pidana penjara satu tahun. Majelis hakim di tingkat pengadilan negeri akhirnya memvonis pidana penjara 10 bulan.

Tak terima dijadikan pesakitan, Siman pun melakukan perlawanan. Dia menempuh jalur hukum untuk membebaskan diri dari belitan hukum. Dia beralasan bahwa pesepeda kayuh saat melaju bergerak terlalu ke kanan dan terkesan megal-megol. Selain itu, meminta majelis hakim memperhatikan apa penyebab kematian sang korban.

Perjuangan tinggal perjuangan. Setelah hampir satu setengah tahun berjuang, Majelis hakim di tingkat Mahkamah Agung akhirnya menolak kasasi Siman. Akhirnya, pidana yang dipikul Siman adalah kurungan penjara 10 bulan.

Kita para pesepeda motor memang senantiasa dituntut ekstra fokus dan waspada. Dalam kasus Siman misalnya. Sepeda motor menabrak pesepeda kayuh yang tiba-tiba berbelok ke kanan. Kemampuan kita mengantisipasi situasi seperti itu akan lebih maksimal ketika konsentrasi kita dalam kondisi tinggi. Fokus dan waspada menjadi bekal utama dalam menjaga konsentrasi.

Menjaga konsentrasi tidak terlalu sulit. Contohnya, senantiasa berkendara dalam kondisi bugar. Hindari berkendara dalam kondisi mengantuk, mabuk, sakit, atau setelah meminum obat yang bisa menyebabkan rasa kantuk. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: