Skip to content

Pesepeda Motor (Masih) Pelanggar Nomor Wahid

12 September 2016

pelanggar-lalin-jkt_kendaraan_ags-16d

SELAKU pesepeda motor saya sering merasa was-was wira-wiri di jalan kota Jakarta. Perilaku pengguna jalan yang saya temui masih banyak yang mencerminkan keenganan untuk tertib berlalulintas jalan. Pelanggaran demi pelanggaran pun bermunculan.

Tak pelak, mengingat sepeda motor merupakan jenis kendaraan mayoritas, pelaku pelanggaran pun mayoritas berasal dari kelompok ini. Ada-ada saja pelanggaran yang tercipta. Mulai dari melawan arus, berputar bukan pada tempatnya, melintas di trotoar hingga berbelok tidak menyalakan lampu isyarat (sein).

Nah, data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan, kontribusi sepeda motor menyentuh 77,43% terhadap total pelanggaran lalu lintas jalan. Angka itu tercatat untuk periode Januari-Agustus 2016. Setiap hari, rerata ada 2.500-an pelanggaran yang dilakukan pesepeda motor. Miris.

Kontribusi itu melonjak dalam tiga tahun terakhir. Sebagai gambaran. Untuk periode sepanjang tahun 2014, kontribusi sepeda motor baru 71,64%. Saat itu, setiap harinya terjadi 1.700-an pelanggaran. Setahun kemudian, kontribusinya naik lagi, yakni menjadi 74,22%. Angka itu setara dengan 2.100-an pelanggaran per hari.

Pertanyaannya, kenapa pesepeda motor melanggar aturan di jalan? Padahal, kita tahu bahwa pelanggaran kerap kali mengawali terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

Baiklah, mari kita sekadar menebak-nebak.

Pertama, tidak sabar mengantre. Untuk urusan yang ini boleh jadi juga dilatarbelakangi oleh segudang alasan. Misal, tergesa-gesa untuk mencapai tujuan. Entah karena takut terlambat, atau memang sudah terlambat sehingga aturan pun dilibas.

Kedua, ikut-ikutan. Melihat pengguna jalan yang lain melanggar, lantas ikut-ikutan. Hal ini biasanya dengan dalih kalau melanggar beramai-ramai tidak akan ditindak. Ironis.

Ketiga, tidak tahu aturan yang berlaku. Boleh jadi karena tidak tahu akan aturan, baik itu soal marka dan rambu, terjadilah pelanggaran.

Keempat, tidak mau tahu. Nah, ini yang repot. Sudut pandang bahwa semua bisa diatur bikin perilaku melanggar terus menerus hadir. Untuk yang ini aroma tidak menghargai aturan dan petugas amat menyengat. Entah karena wibawa penegak hukum yang runtuh atau memang merasa mampu mengatasi jika akhirnya terkena tilang. Entah lah. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 12 September 2016 16:53

    Kelima: merasa yakin dan percaya diri bahwa dirinya tidak akan ditabrak.

  2. 12 September 2016 17:16

    biasanya sih didominasi ikut-ikutan dan tidak mau tahu….

  3. 13 September 2016 19:17

    PROMO BESAR BESARAN DI DEWANTY SHOP. TEMPAT BELANJA ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA. 100% BEBAS PENIPUAN
    JIKA MINAT HUB/SMS 0815 2366 5627 ATAU KUNJUNGI WEBSITE RESMI KAMI DI
    http://www.dewanty-shop.blogspot.com
    Ready Stock! Apple iPhone 6 Plus 64GB Rp.4.000.000
    Ready Stock! Apple iPhone 5S 32GB Rp.2.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy J7 SM-J700 Rp.1.400.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy A5 A510F (2016) Rp.2.000.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy E5 E500H Rp.1.200.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.800.000.
    Ready Stock! Asus Zenfone 2 ZE551ML RAM 4GB Rp.1.700.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note 5 32GB Gold Rp.3.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy S6 32GB Rp.3.200.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy S7 Edge SM-G935-32GB Rp.4.500.000.
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note 4 SM-N910H Rp.2.500.000
    Ready Stock! Samsung Galaxy Note 3 Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.000.000,
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Alpha SM-G850-32GB Rp.1.700.000
    Ready Stock ! BlackBerry Passport 32GB Rp.2.400.000
    Ready Stock ! BlackBerry Classic 16GB Rp.1.700.000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: