Skip to content

Parkir Sembarangan di Jakarta Bisa Dibui Enam Bulan

3 September 2016

spanduk larang parkir 2016c

KESEMRAWUTAN jalan raya Jakarta sudah cukup terkenal. Kemacetan lalu lintas hingga urusan parkir yang karut marut menjadi santapan sehari-hari kota yang berusia 467 tahun tersebut. Lantas, tahukah bahwa jika parkir sembarangan bakal kena bui?

Belakangan ini spanduk yang menginformasikan soal larangan parkir di area jalan tertentu bertebaran di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Spanduk berwarna dasar putih dengan huruf berwarna hitam dan merah tampak mencolok di sisi jalan. Ukurannya yang cukup besar membuat para pengguna jalan dapat dengan mudah membaca informasi itu seperti terlihat pada Jumat, 2 September 2016.

Tulisan di dalam spanduk itu berbunyi, ‘Dilarang parkir dan berjualan di sepanjang jalan ini. Sanksi pidana kurungan max 6 bulan atau denda max Rp 50.000.000.’

Di bagian sudut bawah kanan spanduk tertulis ‘Pergub DKI Jakarta no 111 tahun 2010.’

Karena penasaran dengan tulisan tentang Pergub itu setiba di rumah saya berselancar ria di daring. Hasilnya, ternyata Pergub itu memang mengatur soal perparkiran di DKI Jakarta. Judul Pergub adalah ‘Tempat parkir umum di lokasi milik pemerintah daerah’.

Aturannya cukup rinci. Misal, diatur di lokasi mana saja yang dapat dijadikan parkir. Lalu, siapa yang mengelola parkir dan apa saja yang dimaksud dengan tempar parkir umum.

Saya jadi ingat peraturan daerah (perda) yang mengatur transportasi di DKI Jakarta bahwa penyediaan fasilitas parkir harus memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan dan kelancaran lalu lintas. Nah, kalau bikin macet artinya tidak memenuhi persyaratan tadi dong yah?

Nah, yang menarik adalah bahwa fasilitas pejalan kaki tidak digunakan sebagai fasilitas parkir dan aktifitas ekonomi. Tapi, faktanya? Masih banyak yang trotoar yang dipakai untuk parkir dan berjualan. Hayooo….

Pastinya, defenisi parkir keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya. Sedangkan berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. vegadeth permalink
    4 September 2016 18:17

    harus segera dimulai, kebetulan gubernur saat ini pas buat jalanin itu. contoh jl gajah mada kalo siang ga ada yg brani parkir. pdhl dulu mana bisa di goyang, premannya sakti bgt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: