Skip to content

Naik Motor Disini Tidak Wajib Pakai Helm

1 September 2016

umbulpgk_edomotorair2

ANGIN segar menerpa wajah ketika kaki menjejak di kawasan Umbul Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Aura keriangan begitu terasa. Rasa letih usai bersepeda motor hampir satu setengah jam pun seakan raib begitu saja.

Sepeda motor para pengunjung tampak parkir di bagian depan area Umbul Ponggok. Sebagian lainnya parkir di area yang dikelola warga sekitar. Tarif parkir cukup terjangkau, tidak berbeda jauh dengan parkir di kota Jakarta.

Lokasi Umbul Ponggok sekitar 46 kilometer (km) dari kota Jogjakarta. Jalur berkendara bagi pesepeda motor cukup nyaman dengan aspal jalan yang mulus.

Bahkan, ketika mendekati areal wisata air itu pemandangan hijaunya pesawahan cukup menyejukan mata yang memandang. Sesekali kami berpapasan dengan para pelajar yang mengendarai sepeda kayuh. Mereka memakai seragam putih biru dan berkendara secara berkelompok. Terselip juga sebagian pelajar yang mengendarai sepeda motor.

touring jkt jogja_jalurumbulpgk

Para pengunjung Umbul Ponggok dikenai pungutan Rp 10 ribu per orang. Iuran itu sudah memberi kesempatan para pengunjung untuk berenang di kolam yang berair jernih dan segar serta ditemani ikan-ikan nila.

Selain tarif masuk biasa, terdapat juga tarif masuk paket. Maksudnya, dengan membayar Rp 25 ribu per orang sudah mendapat fasilitas berupa alat snorkeling dan baju pelampung.

Air kolam berasal dari mata air alami yang terdapat di sudut kolam. Air kolam mengalir ke saluran pembuangan yang terdapat di sudut kiri kolam sehingga selalu terjaga kejernihannya. Di dasar kolam terdapat batu-batu alam yang membuat suasana kolam menjadi lebih elok. Kedalaman kolam pun bervariasi, ada yang 1,5 meter dan ada yang 3 meter.

Bagi yang kurang lihai berenang atau bahkan tidak dapat berenang sama sekali tak perlu khawatir. Di area ini tersedia penyewaan pelampung dan alat snorkeling. Jadi, tinggal sewa jadilah menikmati wahana wisata air yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu itu.

Kami para pesepeda motor dari Jakarta, setelah menempuh sekitar 600 kilometer tentu punya pilihan sendiri untuk menikmati Umbul Ponggok. Pilihan itu apalagi kalau bukan berpose naik sepeda motor di bawah air.

umbulpgk_kolam2

Untuk menikmati fasilitas yang satu ini para pengunjung cukup merogoh kocek Rp 100 ribu untuk satu jam. Itu pun untuk satu kelompok yang maksimal tujuh orang. Ada pilihan kedua, yakni Rp 60 ribu untuk setengah jam dengan anggota kelompok empat orang.

Oh ya, itu untuk jasa pemotretan, sedangkan untuk jasa penyewaan sepeda motor dikenai Rp 100 ribu. Jadi, kalau satu jam total yang dibayar adalah Rp 200 ribu, sedangkan setengah jam Rp 160 ribu. Cukup ringan jika dibayar secara patungan.

umbulpgk_baliho1
Sebenarnya bisa juga berpose dengan menggunakan sepeda motor sendiri. Hanya saja, ada biaya untuk membersihkan, menurunkan, dan menaikkan kembali sepeda motor ke darat. Hal yang dibersihkan adalah oli dan bahan bakar minyak (BBM). Jasa lainnya adalah untuk memastikan sistem kelistrikan sepeda motor tetap aman ketika diceburkan ke dalam air.

“Disini ada bengkel dan ahlinya yang siap membantuh,” ujar Mbah Gondrong, pemandu sekaligus fotografer bawah air Umbul Ponggok, saat berbincang dengan saya, di Umbul Ponggok, baru-baru ini.

Untuk menyewa properti dan jasa pemotretan sebaiknya dilakukan secara kolektif. Maksudnya, tunjuklah satu perwakilan untuk mendaftar di bagian registrasi. Maklum, antrean untuk berpose di dalam air cukup panjang dan menyita waktu. Setidaknya butuh waktu 45 menit dari saat registrasi hingga menunggu properti siap digunakan.

“Kalau sedang ramai bisa 32 rombongan yang berfoto di dalam air, kalau sepi sekitar 12 rombongan,” kata Eva, penjaga registrasi.

Selain sepeda motor, properti yang tersedia juga beragam, yaitu laptop, tenda, bangku, ayunan hingga speed boat. Tentu saja biaya sewanya beragam, yakni dari Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu per jam.

Tibalah saatnya untuk pemotretan di bawah air. Sepeda motor yang kami pilih adalah jenis sport. Mbah Gondrong yang lengkap memakai baju selam sibuk menyiapkan properti motor. titik yang dipilih adalah tidak terlalu jauh dari sisi kolam agar memudahkan bagi mereka yang tidak pandai berenang untuk menepi. Maklum, jika memilih kedalaman yang mencapai dua meter dan jauh dari sisi kolam, dapat merepotkan.

Kami pun satu persatu berpose di dalam air sambil menunggang sepeda motor. Ada yang bergaya seperti sedang berkendara. Lalu, ada yang bergaya seperti sedang berboncengan, sedang membersihkan motor hingga bergaya seperti sedang ditilang karena tidak memakai helm.
umbulpgk_tiketsewa

Ya. Naik sepeda motor di bawah air tidak wajib memakai helm. Selain karena repot dan helmnya menjadi basah, juga tidak bersiko berbenturan ketika sepeda motornya terpelanting. Wong di dalam air.

Oh ya, bagi yang ingin menikmati fasilitas berjalan di bawah air juga tersedia penyewaan alat semacam sea walker, yakni Umbul Ponggok Walker. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 1 September 2016 14:35

    Eyang Edo kpn ke Ponggoknya… salam kenal Yang saya orang Solo… baru sekali aja saya nyampe Ponggok dan itupun cuma diparkiran.:mrgreen:

    • 2 September 2016 13:51

      Yang dari jauh udah nyoba, kapan giliran kita yang deket ya Bro?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: