Skip to content

Pengalaman Menyelusuri Pantura Jawa dengan Bersepeda Motor

31 Agustus 2016

touring jkt jogja 2016_edo crb1

MENYELUSURI jalur pantai utara (Pantura) Jawa memberikan pengalaman tersendiri, terutama menggunakan sepeda motor. Jalur sepanjang Jakarta-Jogjakarta bisa menjadi pilihan bagi yang ingin menguji adrenalin dalam menunggang kuda besi.

Baru-baru ini saya bersama enam pesepeda motor lainnya dari Independent Bikers Club (IBC) merasakan bagaimana serunya melintas di jalur tersebut. Jalur sepanjang hampir 600 kilometer (km) itu punya cara tersendiri untuk menyodorkan pengalaman bagi para pesepeda motor dalam menikmati setiap lekukan jalan.

Tantangan tak semata oleh kondisi jalan yang sebagian bergelombang dan berpenerangan minim, namun juga hadir lewat derasnya kendaraan besar seperti truk dan bus. Belum lagi, pergerakan orang yang menyeberang jalan dan sebagian dengan entengnya melawan arus kendaraan. Lengah sedikit, kita bisa mencicipi getirnya petaka jalan raya.

Kami berkumpul di Bekasi, Jawa Barat untuk memudahkan keberangkatan dalam satu rombongan, yakni sebanyak tujuh pesepeda motor. Sesuai kesepakatan, perjalanan menuju Jogjakarta dari Bekasi akan dimulai pada Jumat, 26 Agustus 2016 sekitar pukul 05.00 WIB.

Malam mulai berganti pagi ketika kami akhirnya meluncur dari penginapan di Hotel Phoenix Diron, Bekasi menuju Jogjakarta. Waktu menunjukan pukul 05.30 WIB, namun lalu lintas jalan di sekitar Jl Kalimalang Raya sudah diramaikan oleh kendaraan bermotor. Lalu lintas dua arah, baik yang menuju kota Jakarta maupun ke arah Bekasi dan sekitarnya sudah ramai oleh kendaraan, khususnya sepeda motor.

touring jkt jogja 2016_bekasi macet1
Para urban yang hendak berangka kerja atau beraktifitas lain ke Jakarta sudah menyesaki jalan raya. Deru suara mesin dan knalpot kendaraan bersahutan. Begitu juga warga Bekasi dan sekitarnya yang hendak beraktifitas termasuk yang hendak bekerja di kawasan kota industri itu. Di sejumlah ruas terlihat aksi melawan arah yang cukup membahayakan. Entah apa yang ada di benak mereka, barangkali hendak terburu-buru agar tidak terlambat tiba di kantor. Kami pun mensiasti dengan tetap di lajur dengan kewaspadaan yang digandakan.

Melintasi Cikarang, Karawang, hingga ke Cikampek dan memasuki jalur pantura suasana arus kendaraan boleh dibilang cukup ramai lancar. Maklum, waktu masih pagi. Kondisi agak berbeda di kawasan Karawang, khususnya di lingkar luar yang merupakan jalur pesepeda motor. kondisinya jalannya relatif mulus dan kondisi arus kendaraan masih lengang sehingga kendaraan bisa melaju 80 kilometer per jam (kpj). Indahnya pemandangan di kanan kiri jalan dilengkapi oleh pesawahan yang menghijau dengan kabut pagi yang mendayu disiram cahaya matahari pagi.

Setelah sekitar dua jam menempuh perjalanan, kami memutuskan berhenti untuk sarapan pagi di kawasan Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Sebuah rumah makan yang cukup bersih lengkap dengan fasilitasnya menjadi pilihan kami beristirahat. Menu yang tersedia cukup menggoyang lidah dan memulihkan energi setelah sebelumnya baru sarapan roti dan teh manis saat hendak berangkat dari Bekasi. Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 07.45 WIB.

Rumah makan di kiri jalan arah ke Cirebon itu punya menu dan harga yang relatif sesuai dengan kami para pesepeda motor. Sang pemilik rumah makan bahkan menyediakan tempat istirahat yang amat memadai untuk sekadar meluruskan pinggang yang pegal-pegal. Area parkirnya pun cukup luas. Rumah makan yang dikelola oleh pensiunan pegawai Pertanian itu juga menyediakan ruang istirahat berpendingin udara.

Usai sarapan perjalanan pun dilanjutkan ke arah Indramayu untuk selanjutnya masuk ke Cirebon. Kondisi jalan di jalur ini relatif bagus, sekalipun disana-sini terdapat jalan yang bergelombang dan berlubang. Separator pemisah jalan yang tersedia juga cukup membantu pengguna jalan yang hendak melintas lebih merasa nyaman dan selamat.

touring jkt jogja 2016_subang1

Tak perlu khawatir untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) mengingat cukup banyak tersedia stasiun pompa bensin umum (SPBU) di jalur ini. Sekadar catatan, setiap menemui jalan layang (fly over) kita hendaknya melintas di bagian atas karena itu adalah jalur menuju pantura Jawa. Kecuali di lokasi tertentu yang memang kehadiran fly over adalah untuk arah sebaliknya.

Memasuki kawasan Kabupaten Cirebon, lazimnya para peturing sepeda motor, kami memilih berpose sejenak untuk mengabadikan pintu gerbang Kabupaten tersebut. Jarum jam baru menunjukkan waktu sekitar pukul 11.00 WIB ketika kami berfotoria. Oh ya, di jalur ini kondisi jalannya relatif mulus. Dan, hampir semua rambu penunjuk arah cukup jelas, walau kadang ada yang berbeda angka jarak tempuh. Misal, disebutkan jarak ke Cirebon sekian km lagi, ternyata lebih dari yang tertulis di rambu tersebut.

Menjelang waktu sholat Jumat, siang itu kami memasuki kawasan Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon arah ke Brebes, Jawa Tengah. Sebagian dari rombongan kami menjalankan ibadah sholat Jumat di kawasan ini sebagian lainnya beristirahat menyantap kudapan dan es kelapa muda.

Kondisi lalu lintas jalan kian ramai dan udara sedikit mendung. Usai istirahat sejenak, pilihan melaju menuju Tegal, Jawa Tengah pun diambil. Kami menemui sejumlah atrean kendaraan di titik tertentu, seperti di jembatan dan lokasi pasar. Mayoritas jalan cukup baik dengan rambu penunjuk jalan yang cukup jelas.

Kondisi badan sudah mulai terasa pegal-pegal ketika kami akhirnya beristirahat di SPBU Muri, Tegal. SPBU yang satu ini tergolong favorit bagi para peturing. Fasilitasnya cukup lengkap. Mulai dari pengisian BBM, toilet bersih sebanyak 67 unit, kedai makan, tempat istirahat untuk tidur, refleksi hingga kolam renang.

touring jkt jogja 2016_smg htl1

Sejumlah teman memilih beristirahat dan mandi untuk menyegarkan tubuh, sebagian lagi ada yang memilih pijat kebugaran yang dilakukan oleh pemijat profesional. Saya termasuk yang memilih istirahat tidur sekitar 30 menit selain tentu saja mengisi perut dengan kudapan dan minuman segar.

Sekitar dua jam kami beristirahat di SPBU Muri Tegal. Hari sudah mulai petang ketika kami memutuskan kembali melaju ke arah Pemalang dan Batang, Jawa Tengah. Perjalanan pada malam hari harus kami lakukan sebelum akhirnya masuk ke kota Semarang, Jawa Tengah. Di sejumlah titik penerangan cukup minim, namun di pusat-pusat kota yang kami lintas penerangan jalannya cukup memadai sehingga perjalanan malam hari terasa lebih nyaman.

touring jkt jogja 2016_smg mgl1

Adrenalin kian terpacu saat memasuki kawasan Batang arah Alas Roban dan di kawasan Alas Roban itu sendiri. Bagaimana tidak, ternyata antrean kendaraan mengular karena stagnan. Tidak tanggung-tanggung, di kawasan ini mayoritas adalah kendaraan besar, seperti truk dan bus. Rupanya ada perbaikan jalan sehingga kendaraan nyaris tak bergerak. Perjalanan yang tadinya kami perkirakan dapat diselesaikan maksimal pukul 21.00 WIB tiba di Semarang, jadi molor berlipat-lipat.

Arus kendaraan di kawasan Alas Roban yang nyaris stagnan membuat kami harus beristirahat. Maklum, pada saat bersamaan hujan deras pun mengguyur. Sepeda motor kami harus melaju di sela-sela kendaraan yang stagnan tersebut.

Sesekali ke kanan, sesekali ke kiri, dan sesekali berjalan di tengah kendaraan yang berhenti dalam antrean. Mayoritas di jalur ini menanjak dan menurun sehingga melintas di antrean beragam mobil itu cukup menguras energi. Pilihan beristirahat untuk berteduh seraya makan malam menjadi pilihan cukup tepat bagi kami.

Menu sate ayam dan kambing serta soto dan tongseng kambing menjadi santapan malam kami. Kedai yang terletak persis di sisi kiri jalan tempat kami makan hanya diisi dua tamu sepasang pria dan perempuan muda saat kami tiba. Kini, kedai bangunan semi permanen itu diisi tujuh pesepeda motor yang kedinginan dan kelaparan. Maklum, hujan deras yang mengguyur membuat tubuh kami menggigil.

Ludes sudah santapan malam hari, namun hujan belum juga reda. Istirahat pun dilanjutkan sambil menunggu hujan agak redak. Sedangkan jarum jam sudah menunjukkan angka pukul 23.15 WIB. Saat hujan reda menyisakan gerimis, kami pun kembali melaju menuju Semarang. Lagi-lagi, di tengah perjalanan menuju Kendal, yakni kota sebelum Semarang, hujan deras mengguyur kami. Beruntung hujan reda saat memasuki kota Kendal hingga akhirnya kami memasuki semarang.

touring jkt jogja 2016_alas roban malam1

Hari merambat menuju dinihari ketika kami akhirnya memutuskan menginap di Guest House BIntang Tiga, Semarang. Penginapan yang cukup bersih di kawasan kampus Universitas Diponegoro (Undip) itu menjadi tempat kami memulihkan energi. Maklum, saat kami masuk kamar jarum jam menunjukkan pukul 02.30 WIB.

Tidur membuat tubuh kami terasa bugar kembali, apalagi setelah perut diisi sarapan pagi. Setelah berkemas-kemas dan bersiap diri, perjalanan menuju Jogjakarta pun siap dilanjutkan. Perjalanan sekitar 20 jam dari Bekasi menuju Semarang yang cukup menguras energi kini terasa lebih ringan setelah tidur di Semarang.

Lalu lintas di kawasan Ungaran menuju Magelang ramai lancar. Di sejumlah titik terjadi ketersendatan ketika kami meninggalkan penginapan pada pukul 10.00 WIB, Sabtu, 27 Agustus 2016. Jalur dari Ungaran menuju Magelang benar-benar mengasyikan. Di sejumlah titik jalur berkelok, menanjak dan menurun.

Pemandangan indah dan menghijau tersaji di kanan kiri jalan. Tentu saja akan berbeda ketika kami masuk ke kota Magelang. Suasana perkotaan sudah menyambut dengan ramainya kendaraan bermotor siang itu.

Dari Magelang, Sleman hingga kota Jogjakarta perjalanan relatif lancar dengan arus kendaraan yang cukup ramai. Kondisi jalan juga cukup bagus. Sekitar pukul 13.00 WIB kami pun tiba di kota Jogjakarta yang langsung diisi dengan makan siang. Jogjakarta kami tiba. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: