Skip to content

Kita Mengajarkan Kontradiktif Pada Anak

23 Agustus 2016

busway mampang motor1
MENJADI orang tua tidak semudah yang dibayangkan. Mengajarkan nilai-nilai pada anak dan keluarga butuh pemahaman dan konsistensi yang luar biasa. Bukan asal ngomong.

Untuk urusan berlalulintas jalan, kerap terjadi kontradiksi. Misal, orang tua mengajarkan sang anak untuk mematuhi peraturan lalu lintas jalan. Namun, dalam praktiknya bersepeda motor tanpa memakai helm pelindung kepala.

Memori sang anak akan merekam sejak kecil bahwa ada contoh di depan matanya bahwa naik sepeda motor tanpa memakai helm. Bahkan, bersepeda motor lebih dari dua orang.

Kontradiksi ini bisa membuat sang anak galau. Atau, tertanam di dalam benaknya bahwa naik sepeda motor tidak apa-apa tidak memakai helm, bahkan hingga lebih dari dua orang.

Hal bersifat kontradiktif lainnya terjadi ketika orang tua mengajarkan kepatuhan pada aturan, tapi saat di jalan raya, dia menjarah busway yang semestinya untuk Trans Jakarta melintas, tapi dilibas. Bahkan, saat melintas di jalan menemui kemacetan, lalu menjarah trotoar jalan. Atau, saat menemui kemacetan lalu lintas di jalan tol, merangsek ke bahu jalan.

Bila hal-hal tersebut dianggap kecil, lalu terjadi terus menerus, bukan mustahil menciptakan karakter. Padahal, anak-anak belajar dari figur-figur yang dia kenal atau yang ada di dekatnya. Bila melanggar hal-hal yang dianggap kecil tadi menjadi karakter, akan sulit untuk membongkarnya.

Anak-anak adalah produk dari sistem tatanan masyarakatnya. Sedangkan masyarakat merupakan produk dari tiap-tiap rumah tangga yang ada di dalamnya. Salah satu etalase untuk melihat itu semua dapat dilihat di jalan raya kita. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. gilaroda2ga permalink
    23 Agustus 2016 13:00

    Mantab nih, intinya untuk memperbaiki mental disiplin masyarakat Indonesia harus dimulai dr keluarga & pribadi masing-masing…. cmiiw

  2. 24 Agustus 2016 07:24

    Ajiiiib eyaang…

  3. tho permalink
    24 Agustus 2016 10:29

    maka tidak heran kalau 5-10 tahun lagi saat anak anak dewasa, kebiasaan yang dilihatnya akan dilakukan juga..

    jalan raya sekarang sudah sangat menyeramkan… entah di masa depan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: