Skip to content

Pengalaman Diseruduk Pesepeda Kayuh Jakarta

19 Agustus 2016

pesepeda kayuh melbourne3

SEUMUR-UMUR baru kali ini diseruduk peseda kayuh di Jakarta. Kejadiannya begini.

Saat melintas di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan arah ke Patung Pancoran, lalu lintas jalan tampak ramai. Maklum, inilah salah satu simpul masuk dan keluarnya urban ke Jakarta. Jalur ini menghubungkan warga pinggiran ke tengah kota Jakarta. Atau, warga Depok dan Bogor yang hendak keluar dan masuk ke ibukota Republik Indonesia. Tentu saja, bagi mereka yang memanfaatkan transportasi jalan. Entah menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil, atau menggunakan angkutan umum.

Siang itu cuaca cerah dan arus lalu lintas jalan dua arah terlihat ramai lancar. Beragam kendaraan bermotor lalu lalang. Di antara kendaraan itu tampak seorang pesepeda kayuh melaju. Kami satu arah, yakni sama-sama mengarah ke Patung Pancoran, Jakarta Selatan.

Persis menjelang pertigaan Perdatam, yakni sebelum Masjid Al Munawar, kendaraan melambat karena lampu pengatur lampu lalu lintas sedang berwarna merah. Sepeda motor saya bergerak melambat sebelum akhirnya berhenti, apalagi di depan saya Metromini sedang menurunkan penumpang. Posisi saya di kiri jalan, persis di belakang angkutan berwarna oranye itu.
Tiba-tiba, brukkk!

Lengan kiri saya terasa nyeri, belakangan rasa pegal dan ngilunya terasa hingga malam hari dan keesokan harinya. Rupanya, pesepeda kayuh menyeruduk saya.

“Maaf pak, sepeda saya tidak ada remnya,” tutur anak remaja yang menunggang sepeda kayuh itu, Kamis, 18 Agustus 2016 siang.

Remaja bertopi dengan kemeja warna merah menyala itu tidak menghentikan tunggangannya. Dia kembali melaju. Barangkali dengan mengucapkan kata maaf persoalan tidak selesai. Dan, tentu saja saya juga memaafkan.
“Jangan ngebut dik,” sergah saya.

Si pesepeda kayuh itu mengangguk. Dia berbelok ke kiri jalan sebelum Masjid Al Munawar. Saya melanjutkan perjalanan ke arah Patung Pancoran.

Saat kejadian, sempat menghambat pergerakan kendaraan di kiri jalan, khususnya sepeda motor yang akan melintas. Maklum, saat kejadian kami berdua sempat berhenti sejenak. Rasa kaget saya masih belum hilang hingga saya tiba di tujuan.

korban laka dunia 2015
Pikiran saya melayang pada data-data kecelakaan lalu lintas jalan yang bertebaran di dunia maya. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melansir bahwa pesepeda kayuh merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Selain pesepeda kayuh, dua pengguna jalan lainnya yang rentan adalah pejalan kaki dan peseda motor.

Data WHO memperlihatkan kalangan pesepeda motor menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban kecelakaan, yakni sekitar 23%. Lalu, sekitar 22% dari kalangan pejalan kaki dan sekitar 4% dari kalangan pesepeda kayuh. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: