Skip to content

Near Miss Penyerobot Lampu Merah di Jakarta

18 Agustus 2016

lamer republika jaksel3

KEJADIAN ini benar-benar memalukan. Pesepeda motor menerobos lampu merah di tengah padatnya perempatan jalan di sudut kota Jakarta.

Sore itu, Rabu, 17 Agustus 2016, arus kendaraan di perempatan kantor koran Republika, di bilangan Jakarta Selatan cukup padat. Arus kendaraan bermotor dari arah Kebun Binatang Ragunan menuju Mampang Prapatan dan sebaliknya cukup ramai. Maklum, karena di perempatan jalan praktis arus kendaraan bergerak melambat.

Saya datang dari arah Ragunan berhenti persis di depan mal Pejaten Village. Lampu pengatur lalu lintas berwarna merah. Di lajur kami kendaraan cukup padat, sepeda motor dan mobil tumpah ruah.

Saat lampu berganti menjadi hijau, kendaraan yang dari arah kami pun bergerak. Namun, tiba-tiba dari arah kiri kami, yakni kendaraan dari arah Kemang, muncul pesepeda motor yang menyerobot lampu merah. Sepeda motor itu nyaris menabrak pesepeda motor dari arah kami yang hendak bergerak karena memang lampunya sudah berwarna hijau.

Adegan selanjutnya, pesepeda motor yang nyaris tertabrak (near miss) tampak berang. Dia pun menendangkan kakinya ke arah sang penyerobot lampu merah. Tendangan tadi tidak mengenai sasaran. Tampak jelas dia marah dan dari kejauhan saya melihat dia seperti melontarkan kata-kata. Entah apa yang dilontarkan.

Pastinya, sang penyerobot itu berputar arah, terbirit-birit. Kembali ke kerumunan kendaraan yang sedang menanti lampu merah berganti hijau. Praktis, upayanya berputar itu melawan arus kendaraan. Sepeda motor yang ditumpangi dua orang, baik pengendara dan pemboncengnya sama-sama tidak memakai helm pelindung kepala. Entah apa yang ada di benak mereka.

Saat adegan tadi berlangsung, suara klakson dari kendaraan yang merasa terhambat terdengar saling bersahutan. Suara klakson dari mobil dan sepeda motor seakan mengekspresikan sang pengemudinya yang kesal atas ulah penyerobotan lampu merah yang nyaris membuat kecelakaan.

Menerobos atau menyerobot lampu merah merupakan salah satu dari beragam perilaku berkendara tidak tertib. Di negara kita, faktor berkendara tertib merupakan faktor kedua terbesar yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Kontribusinya sekitar 30% dari 200-an kasus kecelakaan per hari. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: