Skip to content

Begini Mestinya Merdeka di Jalan Raya

17 Agustus 2016

merdeka ri 71e

Indonesia masih berduka. Setiap hari, ratusan anak bangsa bergelimpangan di jalan raya. Sebagian dari mereka luluh lantak cita-citanya. Sebagian dari mereka menggelepar meregang nyawa.

Hari ini, tujuh puluh satu tahun Indonesia merdeka, kita membuka mata. Hancurkan taring jagal jalan raya. Hari ini kita meneriakan kata merdeka. Mestinya, kita juga merdeka dari petaka di jalan raya.

Fakta data memperlihatkan bahwa setiap jam tiga orang anak bangsa tewas di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Ratusan orang lainnya menderita luka ringan dan luka berat. Produktifitas pun dikoyak-koyak. Kecelakaan bahkan masuk dalam lima besar teratas yang merenggut jiwa anak bangsa di luar faktor penyakit.

Para pendiri Republik Indonesia barangkali sulit membayangkan bahwa anak negeri harus bergelimpangan karena petaka di jalan raya. Ketika roda pembangunan bergulir, ketika pertumbuhan ekonomi menjadi jargon kehidupan, daya beli yang meningkat menjadi salah satu ukuran kesejahteraan bangsa. Ciri daya beli yang kokoh salah satunya dipertontonkan dengan memiliki kendaraan bermotor, entah sepeda motor maupun mobil.

Ekses itu terlihat dari membludaknya kendaraan bermotor di jalan-jalan perkotaan. Simbol kemajuan ekonomi itu pun tak semata mempertontonkan kemacetan, dia menyimpan ekses lain yakni kecelakaan lalu lintas jalan. Kini, di negara kita setidaknya setiap hari ada dua ratusan kasus kecelakaan per hari, yang sudah kita ketahui merenggut 70-an jiwa per hari.

Negara memang punya cita-cita luhur seperti tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan. Negara mematok target menurunkan fatalitas hingga 50% pada 2020. Bahkan, fatalitas ingin dipangkas hingga 80% pada 2035.

Hari ini kita meneriakan kata merdeka. Mestinya, kita juga merdeka dari petaka di jalan raya. lewat bergandengan tangan, kita pasti bisa. Merdeka! (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: