Skip to content

Begini Alasan Kenapa Boncengan Motor Mesti ‘Menyatu’

15 Agustus 2016

boncengan pegang belakang motor3

DALAM keseharian kita kerap menjumpai orang yang berboncengan di sepeda motor. Maksudnya, selain pengendara, juga ada penumpang di bagian belakang sang pengendara.

Macam-macam cara duduk dan cara berpegangan mereka yang berboncengan sepeda motor. Ada yang duduk menyamping seraya menyilangkan kaki dan ada yang duduk menghadap ke depan. Lalu, ada yang berpegangan erat ke pengendara, namun ada juga yang berpegangan ke bagian belakang sepeda motor.

Berboncengan sepeda motor yang nyaman, aman, dan selamat diyakini dapat tercipta dengan cara berpegangan erat kepada pengendara. Posisi ‘menyatu’ tadi membuat pergerakan sepeda motor lebih leluasa karena sang pengendara tidak terganggu oleh ketidakseimbangan. Sedangkan faedah bagi sang boncenger, dia tidak akan mudah terlontar jika terjadi goncangan atau benturan. Misal, saat terjadi tabrakan, dia tidak mudah terlontar atau melayang ke arah depan.

Karena itu, di masyarakat kita sering kita dengar kalimat, kondisi penumpang lebih parah dibandingkan pengendara. Itu terjadi karena sang penumpang terlontar saat terjadi kecelakaan, lalu berbenturan dengan obyek lain.

Bahkan, sang pengendara saja bisa terlontar sekalipun sudah berpegangan dengan setang sepeda motor. Apalagi sang penumpang yang tidak berpegangan apa-apa.

Posisi ‘menyatu’ juga bermakna sang penumpang dan pengendara seirama. Maksudnya, sang penumpang mengikuti gerakan sang pengendara. Penumpang tidak melakukan gerakan berlawanan arah dengan pengendara. Aktifitas itu dapat merusak upaya pengendara menyeimbangkan sepeda motor, terlebih ketika di tikungan.

Berboncengan yang ‘menyatu’ tadi diharapkan dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jalan.

Bila risih berpegangan erat dengan sang pengendara, bisa dengan cara menyelipkan tas diantara penumpang dan pengendara, lalu berpegangan ke jaket pengendara. Bila tidak risih, pegangan yang dianjurkan adalah dengan memeluk bagian perut sang pengendara. Tentu, pelukannya jangan sampai membuat sang pengendara tidak nyaman. Silakan mencoba. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: