Skip to content

Percobaan Pelat Nomor Ganjil Genap Dimulai

25 Juli 2016

ganjil genap jakarta3

PARA pemilik mobil pribadi di Jakarta mesti siap-siap mencermati aturan pelat nomor ganjil genap kalau tidak mau kena semprit polisi lalu lintas (polantas). Maklum, bila kedapatan melanggar aturan tersebut sanksinya bisa kena denda maksimal Rp 500 ribu atau penjara maksimal satu bulan.

Polda Metro Jaya mulai memberlakukan ujicoba terhitung 27 Juli 2016 hingga 26 Agustus 2016. Usai ujicoba pemberlakuan aturan pengganti three in one itu pun sudah di depan mata. Sejumlah ruas jalan di Jakarta bakal menerapkan aturan tersebut yakni, Jl Sisingamangaraja, Jl Sudirman, Jl MH Thamrin, Jl Medan Merdeka Barat, dan sebagian Jl Gatot Subroto.

Ruas-ruas jalan tersebut sebagian masuk Jakarta Selatan dan sebagian lainnya masuk Jakarta Pusat. Tentu saja, ruas-ruas jalan tersebut terletak di kawasan pusat bisnis dan pemerintahan.

Ujicoba berlangsung dalam dua rentang waktu, yakni pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB. Artinya, diluar rentang waktu itu penerapan pelat nomor ganjil genap tidak berlaku.

Oh ya, penentuan ganjil dan genap berlaku untuk nomor terakhir dari pelat nomor mobil. Misalnya, B1234YYY yang dianggap genap adalah angka ‘4’ nya, sedangkan B1235XXX yang dianggap ganjil adalah angka ‘5’ nya.

Penerapan aturan ganjil genap mencuatkan spekulasi tentang pemakaian pelat nomor palsu. Di sisi lain, spekulasi penambahan jumlah mobil pun mencuat bagi para pemilik daya beli yang kuat.

Boleh jadi spekulasi itu pupus manakala pola bertransportasi warga kota justeru yang berubah. Bila semula menggunakan mobil pribadi, kemudian bergeser ke angkutan umum massal. Andaikata pergeseran pola itu yang terjadi dengan massif, tujuan akhir penerapan aturan ganjil genap dapat terwujud, yakni mengurangi kemacetan lalu linta jalan Ibukota Republik Indonesia.

Tentu ada prasyarat yang mesti dipenuhi guna menggeser pola bertransportasi tersebut. Jumlah angkutan umum dan kondisi angkutan umum dapat lebih aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terintegrasi, terjangkau, dan ramah lingkungan. Moda angkutan yang seperti itu mau tidak mau harus segera diwujudkan oleh penanggung jawab transportasi.

Ngomong-ngomong, penerapan aturan ganjil genap ternyata adalah transisi sebelum pemerintah menerapkan aturan jalan berbayar (electronic road pricing/ERP) di sejumlah jalan di Jakarta. ERP rencananya juga diterapkan di sejumlah jalan protokol di Jakarta. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: