Skip to content

Jangan Cetak Anak-anak Menjadi Monster di Jalan Raya

23 Juli 2016

anak tak helm berempat3

BARU-BARU ini saya dikirimi link video tentang anak-anak di bawah umur yang bersepeda motor ke sekolah. Anak-anak itu masih memakai seragam merah putih, yakni seragam siswa sekolah dasar (SD). Tampak diantara mereka ada yang sedang menunggang kuda besi, mulai dari yang sendirian hingga berboncengan.

Video yang diunggah ke media sosial facebook itu membuat miris para orang tua yang melihatnya. Sejumlah netizen yang belum berkeluarga pun memiliki suara yang senada. Di bagian bawah tayangan video terdapat tulisan yang intinya karena alasan jarak rumah ke sekolah cukup jauh membuat anak-anak naik sepeda motor.

Memasuki Hari Anak Nasional, 23 Juli kita diingatkan akan pentingnya mendidik anak-anak sebagai pribadi yang kuat dengan tubuh yang sehat. Mereka adalah cikal bakal penerus bangsa yang notabene menjadi penentu kehidupan Indonesia pada masa mendatang. Anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkepribadian menjadi bekal penting dalam perjalanan bangsa.

Situasi menjadi drastis ketika anak-anak justeru diincar oleh petaka dan direnggut di usia pertumbuhan mereka. Salah satu bentuk ancaman pertumbuhan yang cukup nyata saat ini adalah kecelakaan lalu lintas jalan. Untuk menyegarkan ingatan kita, data Korlantas Mabes Polri menyebutkan, sepanjang 2010-2015, setidaknya 176 ribu anak-anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan di jalan. Artinya, setiap hari terdapat 85 anak-anak di bawah 15 tahun yang menjadi korban kecelakaan.

Tunggu dulu, di sisi lain, anak-anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan ternyata juga cukup memprihatinkan. Dalam rentang 2010-2015, sedikitnya tercatat 27 ribu anak-anak yang memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Miris.

anak sd naik motor trenggalek

Ketika membiarkan anak-anak di bawah umur bersepeda motor di jalan raya, para orang tua secara tidak sadar telah memberi ruang terjadinya kecelakaan. Lantas, saat sang anak kemudian memicu terjadinya kecelakaan, yakni menjadi pelaku, orang tua memberi ruang kepada anak untuk berurusan dengan hukum. Dua kondisi itu seakan mencerminkan kita para orang tua menjadi sosok yang kejam. Padahal, anak-anak di bawah umur adalah kelompok yang belum bisa mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan.

Sebagai pelaku kecelakaan, anak-anak tadi tak ubahnya seperti monster menyeramkan di jalan raya. Mereka yang secara fisik dan mental belum mapan, dapat dengan mudah tergoyahkan oleh kondisi jalan yang karut marut. Mereka mudah terprovokasi, termasuk hilang kendali sehingga riskan memicu terjadinya kecelakaan.

Kita para orang tua, jangan cetak anak-anak kita menjadi monster di jalan raya. Indonesia punya catatan kelam di jalan raya. Setiap jam, sedikitnya terjadi 10 kasus kecelakaan yang merenggut tiga jiwa. Sekali lagi, jangan cetak anak-anak kita menjadi monster di jalan raya.

Selamatkan anak-anak kita dari potensi petaka di jalan raya. Jangan biarkan mereka berkendara di jalan raya, apapun dalihnya, kecuali sudi memikul risiko fatal. Kita tahu, ancaman keselamatan anak-anak kita cukup banyak di negeri ini. Bahkan, anak-anak di bawah umur kita terungkap telah diserbu oleh vaksin palsu.

Selamat Hari Anak Nasional, 23 Juli. (edo rusyanto)

foto:istimewa

2 Komentar leave one →
  1. 23 Juli 2016 09:27

    Ngeri ya Yang

  2. 29 Juli 2016 10:57

    salam gan terimakasih atas info yang diberikan
    info ini sangat bermanfaat sekali terutama untuk kaula muda yang barus saja menikah dan kearah mana rumah tangga akan di bawa.. terutama dalam hal melakukan pendidikan terhadap anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: