Skip to content

Terkuak Penyebab Kecelakaan Bus Maut Lembang

21 Juli 2016

mudik laka bus maut lembang2 2016

JERIT tangis dan ratapan para penumpang bus pariwisata Parahyangan membelah angkasa Jumat, 9 Juli 2016 sekitar pukul 15.30 WIB. Bus maut yang mengangkut 55 penumpang itu merenggut sembilan korban jiwa dan belasan yang luka-luka.

Bus maut bernomor polisi T 7035 DL itu menabrak dua mobil dan dua sepeda motor yang ada di depannya, di Jalan Kolonel Masturi kilometer 4, kawasan Kota Cimahi Utara, Kabupaten Bandung. Sontak pihak kepolisan, dinas perhubungan hingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun sibuk turun tangan. Investigasi pun dilakukan.

“Bus itu remnya blong. Bus itu juga dua tahun tidak mengikuti kir, padahal kir itu setahun dua kali,” ujar Pudji Hartanto, direktur jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam diskusi live di acara Coffee Break, TV One, Selasa, 20 Juli 2016 pagi.

Dia menjelaskan, berdasarkan penelitian juga ditemui bahwa selang yang menuju ke kabel rem sudah tidak berfungsi. Ketika dipaksakan mengerem menjadi lepas dan blong. “Rem tangannya juga tidak berfungsi,” tambah Pudji yang juga mantan Kakorlantas Mabes Polri itu.

Ditambah lagi, tuturnya, jalan di lokasi kejadian kondisinya menurut. Jadilah bus rem blong itu menabrak empat kendaraan lainnya, lalu terguling.

Menurut dia, bus itu luput dari perhatian pihaknya yang fokus pada bus antar kota antar provinsi (AKAP). Bus maut itu dicarter para penumpang asal Kabupaten Karawang yang berwisata ke Curug Cimahi dan saat saat kejadian posisinya dalam perjalanan pulang wisata. Ke depan, tegasnya, setiap bus yang akan dipakai mengangkut orang akan diperiksa seperti bus AKAP. “Bus pariwisata atau bus karyawan yang disewakan untuk mengangkut saat musim mudik harus diperisksa juga,” tuturnya.

Pudji juga mengatakan bahwa pada musim mudik Lebaran 2016, kecelakaan lalu lintas jalan yang melibatkan bus turun drastis. Jumlah bus yang terlibat kecelakaan musim mudik Lebaran 2016 tercatat anjlok 35%. Ini adalah angka penurunan tertinggi diantara enam jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan. Dari sisi kontribusi, bus mencapai sekitar 2,77%. Torehan itu juga jauh lebih baik dibandingkan setahun sebelumnya yang sekitar 3,49%.

“Hal itu sesuai dengan target Menteri Perhubungan yakni zero accident di angkutan umum selama musim mudik,” tuturnya. (edo rusyanto)

foto:istimewa

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: