Skip to content

Tujuh Fakta Seputar Jalan Raya Jakarta

17 Juli 2016

pancoran dulu dan kini3

SAAT berkeliling menyelusuri jalan kota Jakarta apa yang terlintas di benak Anda?

Lalu lintas jalan yang macet? Kendaraan bermotor yang membludak? Atau, perilaku pengendara yang ogah antre?

Jakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia tentu saja menjadi pusat dari segala aktivitas, mulai dari pemerintahan, ekonomi, hingga politik. Kota berusia 468 tahun ini terus berkembang, tentu termasuk jumlah penduduk dan pergerakan orang. Jakarta yang berpenduduk hampir sepuluh juta jiwa tersebut memiliki lima kota administratif dan satu kabupaten. Keenamnya mencakup kota Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara serta Kabupaten Kepulauan Seribu.

Di luar Kepulauan Seribu, lima kota administratif lainnya dibanjiri oleh kendaraan bermotor. Maklum, angkutan jalan atau angkutan darat menjadi panglima dalam pergerakan orang.

Berikut ini beberapa fakta seputar jalan raya di kota Jakarta;

Pertama, jumlah kendaraan bermotor. Populasi kendaraan bermotor di Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Awal 2015, kendaraan didominasi sepeda motor, yakni 13,08 juta unit atau setara dengan 74,66% dari total populasi kendaraan bermotor yang mencapai sekitar 17,5 juta unit. Lalu, mobil penumpang 3,26 juta unit (18,64%), mobil beban 673 ribuan unit (3,84%), bus 362 ribuan unit (2,07%), dan kendaraan khusus 137 ribuan unit (0,79%).

Kedua, panjang jalan dan trotoar. Awal 2015, rasio jalan di Jakarta dibandingkan dengan total luas daratan Jakarta baru sekitar 7%. Masih jauh dari ideal yang semestinya 12% dari total luas kota. Saat ini, jumlah panjang jalan Jakarta sekitar 6,86 juta kilometer (km) atau setara dengan sekitar 42 juta meter persegi (m2), sedangkan luas daratan Jakarta sekitar 661 kilometer persegi (km2). Oh ya, dari total panjang jalan sekitar 2% adalah jalan tol atau setara dengan 123 km.

Ketiga, kecepatan pergerakan kendaraan bermotor. Saking tingginya jumlah kendaraan bermotor di Jakarta, kecepatan atau laju rata-rata kendaraan pun terus melambat setiap tahunnya. Survei Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta menyebutkan, kecepatan kendaraan bermotor saat keadaan normal di Jakarta rata-rata sekitar 25 kilometer/jam, sedangkan saat macet sekitar 14 km/jam.

Keempat, perjalanan orang setiap hari. Kebutuhan perjalanan perhari di DKI Jakarta sebanyak 20,7 juta. Dari jumlah tersebut sekitar 56% menggunakan kendaraan bermotor dan 2% menggunakan kereta.

Kelima, pembatasan kendaraan bermotor motor. Dua kebijakan menonjol beberapa tahun terakhir terkait pembatasan kendaraan bermotor adalah pembatasan pergerakan sepeda motor dan kebijakan ganjil genap. Khusus yang terakhir, adalah pengganti dari kebijakan three in one yang sudah berlaku sekitar 13 tahun. Sepeda motor dilarang melintas di Jl MH Thamrin dan Jl Medan Merdeka Barat, kecuali pada pukul 00.00-06.00 WIB sejak Desember 2014. Sedangkan pembatasan no pol ganjil genap akan diterapkan pada 23 Agustus 2016 khusus untuk mobil. Kelak, kebijakan ganjil genap akan diganti dengan sistem pungutan electronic road pricing (ERP) di sejumlah jalan tertentu di Jakarta.

Keenam, jumlah angkutan umum. Jumlah angkutan umum sekitar 107 ribu unit pada saat ini. Angkutan itu terbagi dua, yakni angkutan barang dan angkutan orang. Tak perlu tanyak berapa yang layak beroperasi, faktanya lebih banyak kendaraan pribadi yang wira-wiri di jalan-jalan Jakarta.

Ketujuh, kasus kecelakaan. Kasus kecelakaan lalu lintas jalan rerata merenggut dua korban jiwa per hari di Jakarta pada 2015. Sedangkan jumlah kasus kecelakaan tercatat rerata 18 kasus per hari. Khusus untuk kasus kecelakaan tercatat meningkat 7%, sedangkan korban tewas menurun sekitar 7%.

Tentu banyak fakta lain di sekitar jalan-jalan Jakarta, seperti pelanggaran dan gesekan sosial akibat pelanggaran itu sendiri. Kesabaran para pengguna jalan terus diuji agar lalu lintas jalan tetap aman, nyaman, dan selamat. Setuju? (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: