Skip to content

Kisah Kerikil di Dalam Sepatu

13 Juli 2016

sepatu pakai di motor4

PERNAH merasa terganggu oleh kerikil yang terselip di dalam sepatu?

Gangguan kenyamanan saat memakai sepatu umumnya terusik oleh hadirnya kerikil kecil di dalam sepatu. Bahkan, bukan tidak mungkin bisa mengganggu kesehatan sang pemakai sepatu.

Kerikil atau batu kecil atau apapun yang dari ukurannya terbilang kecil, kerap terabaikan. Namun, ketika dia hadir di dalam sepatu, bisa menjadi masalah besar. Ironisnya, dalam keseharian kita justeru kebalikannya. Banyak yang memvonis sesuatu sebagai hal kecil. Tak sampai disitu, lalu menyepelekan hal tadi dan ketika hal tersebut menimbulkan kerugian yang menimpa dirinya, barulah tampak bahwa menyepelekan sesuatu itu tindakan keliru.

Di jalan raya kita dapat dengan mudah menjumpai praktik menyepelekan persoalan. Mari kita telesuri beberapa contoh.

Pertama, melibas bahu jalan. Para pengemudi mobil dengan entengnya melibas bahu jalan di kawasan tol. Sang pelaku patut diduga menyepelekan persoalan melanggar aturan itu. Bagaimana tidak, bahu jalan disediakan untuk kondisi darurat, namun dipakai untuk mendahului. Banyak dijumpai pengemudi yang enggan antre memilih melintas di bahu jalan.

Kedua, tidak memakai helm dengan alasan jarak dekat. Penyepelean pemakaian helm jelas menyiratkan bahwa sang pelaku merasa dirinya kuat. Bagaimana tidak, benturan kepala dengan aspal bisa berakibat fatal. Namun, sang pelaku dengan entengnya melenggang.

Ketiga, berponsel sambil mengemudi. Ada yang menganggap selagi mampu mengemudi sambil berponsel jadilah dia pun beraksi.
mobil masuk busway gatsu1

Keempat, melibas zebra cross atau marka jalan. Pasti Anda sering melihat bagaimana pesepeda motor dengan entengnya menjarah zebra cross di pertigaan atau perempatan jalan. Tak jarang juga melihat pengendara mobil yang nongkrong di atas marka ruang henti khusus (RHK) sepeda motor.

Kelima, melawan arus lalu lintas jalan. Dalih buru-buru yang sebenarnya lebih karena malas antre membuat seseorang melawan arus kendaraan. Menyepelekan hal yang satu ini tergolong amat riskan memicu terjadinya kecelakaan. Belum lagi menyulut adu mulut hingga adu otot.

Lima contoh di atas mencerminkan perilaku menyepelekan hal yang justeru bisa membuat masalah besar. Selain berpotensi memicu terjadinya kecelakaan, juga bisa membuat sang pelaku berurusan dengan persoalan hukum. Tentu, bukan mustahil juga membuat suasana panas di jalan raya menjadi mudah tersulut untuk baku hantam. Buah dari menyepelekan persoalan bisa amat getir. Rasanya kita tak perlu mencicipi kegetiran di jalan raya baru menyadari bahwa hal gede kerap diawali oleh persoalan yang dianggap sepele. Yakinlah. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: