Skip to content

Asyiknya Naik CL Saat Lebaran

7 Juli 2016

commuter line dalam 2016b

AKHIRNYA kesampaian juga naik kereta commuter line (CL) Jakarta-Bogor saat Lebaran. Keretanya cukup nyaman dan berpendingin udara.

Seorang pria petugas kebersihan tampak wira-wiri menyapu lantai kereta yang melaju di atas rel. Belakangan saat kembali ke Jakarta kami bertemu dua perempuan petugas dengan seragam bertuliskan On Trip Cleaning yang sibuk mengepel lantai kereta.

Perjalanan dimulai dari stasiun Pondok Cina, Depok. Situasi stasiun ramai oleh calon penumpang yang membeli tiket sekali jalan di mesin yang berjajar. Sedangkan mereka yang membeli tiket pulang pergi tak seramai pembeli di mesin. “Nanti turunnya di Bogor dan kembalinya tidak boleh melebihi stasiun Pondok Cina,” kata Amyati, perempuan petugas tiket di stasiun Pondok Cina, Depok, Rabu, 6 Juli 2016 siang.

Di struk pembelian tertera tulisan harga tiket Rp 6.000 dan uang jaminan Rp 10 ribu. Uang jaminan diambil saat kembali ke stasiun Pondok Cina.

Tak lebih dari 15 menit kereta yang membawa kami ke Bogor tiba di jalur dua. Isi di dalam gerbong cukup ramai. Banyak para penumpang yang berdiri. Ada remaja, pria dan perempuan dewasa serta sebagian anak-anak. Salah satu yang berdiri adalah saya.

Ada lima stasiun yang harus kami singgahi sebelum akhirnya berhenti di stasiun terakhir, Bogor. Saya baru kebagian tempat duduk di stasiun Cilebut atau satu stasiun sebelum Bogor. Di setiap perhentian stasiun ada pemberitahuan dari pengeras suara yang dipasang di dalam gerbong kereta. Para penumpang dijamin tidak akan nyasar. Selain pengumuman, ada juga peta rute stasiun yang ditempel di bagian dalam gerbong.

stasiun bogor 2016a

Kondisi kereta CL saat ini amat jauh berbeda dibandingkan kereta tahun 1990-an. Saat itu, tiket kereta masih terbuat dari kertas, sedangkan saat ini sudah berbentuk tiket elektronik. Tiket juga dapat dimanfaatkan untuk membuka pintu masuk dan keluar di stasiun sehingga jauh lebih tertib. Tiket harus dikembalikan jika ingin mengambil uang jaminan. “Bisa juga diambil buat kenang-kenangan,” kata Fiyan, salah seorang anggota komunitas KRL Mania.

Sekitar 30 menit perjalanan, tibalah di stasiun Bogor yang kondisinya ramai penumpang yang naik dan turun kereta. Inilah stasiun terakhir untuk CL jurusan Jakarta-Bogor. Penumpang dengan tertib antre untuk keluar. Kecuali mereka yang ingin naik kereta, tampak ada yang tidak sabaran. Belum lagi penumpang turun, mereka berjejal di pintu sehingga terjadi penumpukan. “Mestinya yang didahulukan penumpang yang turun. Mereka nggak bisa baca kali yah,” seloroh seorang bocah.

Di sisi pintu tampak tulisan mencolok berlatar belakang warna biru, ‘dahulukan penumpang yang turun.’ Tulisan tinggal tulisan, aksi berdesakan dipertontonkan oleh mereka yang tidak sabaran. Begitulah.

Mereka yang tiba di stasiun Bogor tersedia pintu keluar lewat tangga. Tangga tadi disediakan bagi penumpang yang mengarah ke Taman Topi atau ke Ciomas dan tujuan lainnya. Jembatan tadi membentang di atas jalan raya sehingga tidak membuat macet arus kendaraan motor. “Kalau saya mau ke Kebon Raya mesti lewat tangga mana?” Tanya perempuan muda berwajah oriental kepada saya.

Usai memberitahu arah kepada perempuan tadi saya melanjutkan langkah ke tangga yang mengarah ke Ciomas. Tak jauh dari tangga sudah menanti deretan angkutan kota (angkot) berwarna hijau. Angkot siap mengangkut para penumpang yang pada hari Lebaran tahun 2016 ini terlihat cukup ramai. Salah satunya saya. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: