Skip to content

Idul Fitri Membekali Kita Perilaku Berkeselamatan di Jalan Raya

5 Juli 2016

Lebaran3 2016 kopcau

SUARA bedug bertalu-talu. Gema takbir mengundang ke udara. Segenap umat muslim di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 hijriah. Jiwa kembali ke fitrah.

Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat muslim meraih hari kemenangan. Berpuasa mengajarkan bagaimana rasanya menghadapi rasa haus dan lapar. Umat bisa merasakan bagaimana penderitaan orang-orang yang tidak mampu untuk dapat bertahan hidup.

Di bagian lain, perjuangan melawan hawa nafsu juga membekali diri setiap umat yang menjalankan. Mereka yang melewati itu semua menjadi pribadi yang rendah hati, sabar, dan tentu saja tidak mengumbar hawa nafsu.

Jiwa yang bersih tercermin dalam tindak tanduk yang menghargai sesama mahluk hidup di jagat raya. Pada gilirannya, termasuk menghargai kehidupan saat berlalulintas di jalan raya. Untuk yang satu ini tercermin bagaimana seseorang tidak merampas hak orang lain, tidak menindas dan menjarah pihak lain.

Fakta memperlihatkan bahwa pemicu kecelakaan lalu lintas jalan mayoritas karena perilaku tidak tertib di jalan raya. Perilaku tidak tertib alias ugal-ugalan adalah tindak tanduk melanggar aturan. Regulasi yang sejatinya untuk membuat lalu lintas jalan menjadi aman, selamat, dan nyaman diobrak-abrik oleh perilaku tidak menghargai keselamatan sesama pengguna jalan.

Perilaku ugal-ugalan tadi misalnya menerobos lampu merah. Jelas-jelas bahwa aturan yang berlaku menyatakan saat lampu berwarna merah para pengguna jalan wajib berhenti di tempat yang telah ditentukan. Namun, lantaran ketidakmampuan mengendalikan hawa nafsu, seorang pelanggar dengan entengnya melibas aturan itu. Tampak jelas perilaku egois dan jiwa yang arogan.

Begitu juga perilaku melawan arus lalu lintas. Hanya tidak sudi mengantre di tengah kepadatan kendaraan bermotor, seorang pelanggar aturan dengan gagah melawan arus. Contoh lain adalah bagaimana pesepeda motor merampas hak pejalan kaki dengan melintas di trotoar jalan. Bukan mustahil perilaku-perilaku tadi memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, termasuk bukan mustahil memicu gesekan sosial diantara sesama pengguna jalan.

Kini, setelah beribadah puasa Ramadan kembali ke fitrah, kita ingin menjadi pribadi yang sudi lebih menghargai hak hidup. Manusia punya hati, akal sehat, dan keimanan. Selamat Idul Fitri 1437 hijriah. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: