Skip to content

Pemudik Ini Bawa Motor untuk Kendaraan di Kampung

3 Juli 2016

mudik macet brebes

ARUS kendaraan padat merayap. Jalur keluar Jakarta disesaki beragam kendaraan bermotor pada malam itu. Maklum, malam itu Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tinggal hitungan jari.

Saat-saat seperti itu simpul-simpul Jakarta disesaki kendaraan bermotor. Entah itu roda empat maupun roda dua tumpah ruah. Mereka bergerak menuju kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Arus kendaraan bermotor saat musim mudik jumlahnya mencapai jutaan unit.

Kementerian perhubungan (kemenhub) bahkan memprediksi, jumlah sepeda motor yang bergerak saat musim mudik Lebaran melonjak hingga 50%. Artinya, pada 2016 ditaksir bakal ada sekitar 5,6 juta sepeda motor yang wira-wiri di seantero wilayah. Begitu juga dengan mobil. Ditaksir ada sekitar 2,6 juta mobil yang dipakai sebagai alat transportasi. Luar biasa kan?

Diantara jutaan pemudik bersepeda motor, ada tiga kolega saya yang menunggang kuda besi untuk menuju kampung halaman. Ketiganya menuju kota berbeda, yakni Cirebon (Jawa Barat), Solo (Jawa Tengah), dan Madiun (Jawa Timur). Mereka berangkat dari Jakarta dalam waktu yang juga berbeda-beda. Ada yang H-6, H-4, dan H-5 Lebaran. Luar biasa perjuangan mereka untuk berjumpa handai taulan. Selain menempuh perjalanan ratusan kilometer juga tentu berjibaku dengan kemacetan lalu lintas jalan dan ancaman kecelakaan. Bahkan, hujan yang mengguyur sepanjang perjalanan.

“Istirahat dulu untuk mengusir ngantuk,” kata Eko, salah seorang kolega saya yang akan pulang ke Madiun.

Bahkan, di sela istirahat dan kemacetan lalu lintas jalan yang menggila, pria lajang itu sempat mengirimkan sejumlah foto-foto. Situasi arus kendaraan dan kondisi jalan dia bagikan melalui media sosial, salah satunya saya pakai dalam menulis artikel ini.

Dia bercerita, kemacetan sangat terasa di kawasan Brebes, Jawa Tengah. “Macet banget. Berjam-jam dari Brebes ke Tegal,” tambah penunggang sepeda motor bebek itu.

Ketiganya punya kesamaan. Selain merasa lebih efisien dan efektif mudik dengan menunggang sepeda motor, keberadaan roda dua itu membantu mereka ketika di kampung halaman. Khususnya, membantu dalam bermobilitas termasuk untuk beranjangsana dengan sanak family.

Ya. Ada sejumlah alasan ketika menggunakan sepeda motor untuk transportasi saat mudik Lebaran. Sebut saja misalnya, agar lebih hemat, efektif, petualangan, simbol keberhasilan, hingga sebagai alat transportasi di kampung halaman. Alasan yang terakhir menjadi masuk akal ketika ternyata moda transportasi yang ada di kampung halaman tidak memadai. Atau, sekalipun ada dinilai tidak efisien.
(edo rusyanto)

foto:eko ibc

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: